RI Kantongi Kontrak Ekspor Batu Bara Rp20,6 Triliun ke China

Selasa, 01 Desember 2020 - 14:49 WIB
Anak usaha dari MMS Group Indonesia (MMSGI) menjadi salah satu dari enam eksportir utama 200 juta ton batu bara ke China untuk tahun depan. Foto/Ist
JAKARTA - PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha dari MMS Group Indonesia (MMSGI), perusahaan perdagangan batu bara nasional menjadi salah satu dari enam eksportir utama batu bara ke China. Keenam perusahaan batu bara tersebut adalah MMSGI, Adaro, Bukit Asam, Banpu, Noble, dan Itochu.

Keikutsertaan ini merupakan bagian dari kerja sama Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesi (APBI) dan China Coal Transportation and Distribution Association (CCTDA) yang difasilitasi oleh pemerintah untuk meningkatkan ekspor batu bara Indonesia ke China.



(Baca Juga: China Sepakat Beli 200 Juta Ton, Komoditas Batu Bara Kembali Bergairah)

APBI mengungkapkan bahwa China akan membeli batu bara termal Indonesia senilai USD1,467 miliar dan diharapkan akan ada peningkatan ekspor batu bara ke China sebesar 200 juta ton di 2021.

"Melalui MHU, sebagai kontraktor yang ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan kegiatan pertambangan batu bara, MMSGI berupaya untuk memperkuat pasar batu bara Indonesia di China di tahun mendatang. Penandatanganan MoU memberikan kepastian dalam upaya serta strategi kami agar dapat menjadi eksportir batu bara terbesar di Indonesia," ungkap Head of Corporate Strategy and Communication MMSGI Adri Martowardojo, melalui siaran pers, Selasaa (1/12/2020).

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kelanjutan dari Pertemuan Bilateral Pemerintah Indonesia yang dilaksanakan di Yunnan, China, pada Bulan Oktober lalu untuk mensinergikan kebijakan di tengah pandemi Covid-19.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!