China Sepakat Beli 200 Juta Ton, Komoditas Batu Bara Kembali Bergairah
Jum'at, 27 November 2020 - 09:59 WIB
loading...
Realisasi penjualan batu bara Indonesia dipastikan dapat rapor hijau dalam waktu tiga tahun mendatang, menyusul komitmen para importir China yang menyetujui pembelian batu bara Indonesia USD1,46 miliar. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Realisasi penjualan batu bara Indonesia dipastikan bakal mendapatkan rapor hijau dalam waktu tiga tahun mendatang. Hal ini menyusul komitmen para importir China yang menyetujui pembelian batu bara Indonesia sebesar USD1,46 miliar atau setara Rp20,6 triliun dan tertuang dalam perjanjian kerja sama antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) dengan CCTDA (China Coal Transportation and Distribution) pada Rabu (25/11).
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan, hasil kesepakatan akan mendongkrak nilai batu bara yang sempat mengalami kelesuan di tengah pandemi Covid-19.
"Saya optimis komoditas batubara akan kembali bergairah menyusul adanya kerja sama ini. Sebuah momen positif untuk mengembalikan realisasi produksi sesuai dengan proyeksi yang ditetapkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/11/2020).
(Baca Juga: Batubara RI Diborong China, IHSG Pesta Pora )
Agung menguraikan, kerja sama ini berawal dari hasil kunjungan kerja pemerintah Indonesia ke China yang diwakili oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi beberapa bulan lalu. "Upaya ini merupakan langkah konkrit pemerintah RI dan China dalam merayakan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara," jelasnya.
Sementara Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia menguraikan, kesepakatan penjualan batu bara Indonesia ke China akan meningkatkan volume perdagangan. "Ini merupakan bagian dari kesepakatan untuk meningkatkan kerjasama antara kedua negara untuk mencapai volume perdagangan 200 juta ton di tahun 2021" kata Hendra.
Selain menyepakati kebijakan ekspor jangka panjang, sambung Hendra, kerja sama ini juga memfasilitasi para produsen batu bara di Indonesia dengan pihak pembeli di China dan meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan, hasil kesepakatan akan mendongkrak nilai batu bara yang sempat mengalami kelesuan di tengah pandemi Covid-19.
"Saya optimis komoditas batubara akan kembali bergairah menyusul adanya kerja sama ini. Sebuah momen positif untuk mengembalikan realisasi produksi sesuai dengan proyeksi yang ditetapkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/11/2020).
(Baca Juga: Batubara RI Diborong China, IHSG Pesta Pora )
Agung menguraikan, kerja sama ini berawal dari hasil kunjungan kerja pemerintah Indonesia ke China yang diwakili oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi beberapa bulan lalu. "Upaya ini merupakan langkah konkrit pemerintah RI dan China dalam merayakan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara," jelasnya.
Sementara Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia menguraikan, kesepakatan penjualan batu bara Indonesia ke China akan meningkatkan volume perdagangan. "Ini merupakan bagian dari kesepakatan untuk meningkatkan kerjasama antara kedua negara untuk mencapai volume perdagangan 200 juta ton di tahun 2021" kata Hendra.
Selain menyepakati kebijakan ekspor jangka panjang, sambung Hendra, kerja sama ini juga memfasilitasi para produsen batu bara di Indonesia dengan pihak pembeli di China dan meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara.
Lihat Juga :