Penurunan Impor Bisa Ganggu Kapasitas Produksi di Indonesia
Kamis, 03 Desember 2020 - 05:25 WIB
"Telah terjadi penurunan importasi barang dan jasa itu kalau menurut saya akan sangat berdampak di kemudian hari terhadap kapasitas kita berproduksi di dalam negeri. Dan tentunya itu juga akan sangat berdampak terhadap kapasitas kita untuk berdagang satu sama lain," beber dia.
Dari sisi investasi, sambungnya, kapasitas produksi Indonesia terjadi penurunan. Foreign direct investment (FDI) di Indonesia sebesar USD91 per orang per tahun. Angka itu menurut dia hampir sama dengan angka di Thailand dan Filipina.
(Baca juga: Buru Investasi ke Jepang, Jokowi Terjunkan Duet Maut Erick dan Luhut )
"Namun apabila dibandingkan dengan di singapura FDI per orang pertahun itu USD19.000, Malaysia USD270 per orang per tahun, dan Vietnam USD160 per orang per tahun. Sedangkan angka di indonesia hanya USD91 per orang per tahun ini dan cukup nyata untuk menceritakan ke kita semua bahwa ini masih sangat rendah," cetusnya.
Dengan demikian hal ini akan terus berdampak terhadap kapasitas Indonesia berproduksi. Hal ini dikarenakan kapasitas produksi Indonesia sudah bisa dipastikan tidak bisa melonjak ke atas dengan cepat. "Dan itu berkorelasi dengan kita untuk berdagang satu sama lain di Indonesia," ucapnya.
Dari sisi investasi, sambungnya, kapasitas produksi Indonesia terjadi penurunan. Foreign direct investment (FDI) di Indonesia sebesar USD91 per orang per tahun. Angka itu menurut dia hampir sama dengan angka di Thailand dan Filipina.
(Baca juga: Buru Investasi ke Jepang, Jokowi Terjunkan Duet Maut Erick dan Luhut )
"Namun apabila dibandingkan dengan di singapura FDI per orang pertahun itu USD19.000, Malaysia USD270 per orang per tahun, dan Vietnam USD160 per orang per tahun. Sedangkan angka di indonesia hanya USD91 per orang per tahun ini dan cukup nyata untuk menceritakan ke kita semua bahwa ini masih sangat rendah," cetusnya.
Dengan demikian hal ini akan terus berdampak terhadap kapasitas Indonesia berproduksi. Hal ini dikarenakan kapasitas produksi Indonesia sudah bisa dipastikan tidak bisa melonjak ke atas dengan cepat. "Dan itu berkorelasi dengan kita untuk berdagang satu sama lain di Indonesia," ucapnya.
(ind)
Lihat Juga :