Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:00 WIB
loading...
Hindari Blokade AS,...
Iran meningkatkan perdagangan dengan China melalui jalur kereta api sebagai upaya mengurangi dampak blokade pelabuhan oleh AS. FOTO/Energy News Beat
A A A
TEHERAN - Iran meningkatkan perdagangan dengan China melalui jalur kereta api sebagai upaya mengurangi dampak blokade pelabuhan oleh Amerika Serikat (AS) yang dinilai menekan perekonomian negara tersebut. Jalur logistik darat itu kini menjadi alternatif penting di tengah terganggunya ekspor minyak dan impor kebutuhan pokok Iran.

Peningkatan aktivitas pengiriman barang terjadi sejak dimulainya blokade pada 13 April 2026. Jika sebelumnya kereta kargo dari Kota Xi'an di China menuju Teheran hanya beroperasi sekitar satu kali per pekan, kini frekuensinya meningkat menjadi satu perjalanan setiap tiga hingga empat hari.

"Dulu kereta ini bahkan tidak beroperasi sama sekali pada beberapa pekan tertentu, tetapi sekarang seluruh kapasitas untuk Mei sudah penuh," kata Managing Director Silkroad-Avrasya Multimodal Logistics, Altan Dursun dikutip dari Bloomberg, Minggu (10/5/2026).

Baca Juga: IRGC: Situs Militer AS Akan Diserang Jika Amerika Serang Kapal Iran!

Ia mengatakan permintaan pengiriman barang melalui jalur tersebut melonjak tajam, sementara kapasitas tambahan direncanakan mulai tersedia pada Juni mendatang. Setiap rangkaian kereta dari Xi’an disebut mampu mengangkut sekitar 50 kontainer standar berukuran 40 kaki.



Lonjakan permintaan logistik juga mendorong kenaikan biaya pengiriman. Tarif pengangkutan satu kontainer 40 kaki di jalur tersebut dilaporkan mencapai sekitar USD7.000 atau naik sekitar 40% dibandingkan tarif normal sebelum konflik berlangsung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Trump Beri Tahu Kongres:...
Trump Beri Tahu Kongres: AS dan Iran Resmi Perang Lagi!
Rekomendasi
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
Lionel Messi Absen Latihan...
Lionel Messi Absen Latihan Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved