Pengembangan Desa Wisata, Kemenparekraf Apresiasi 20 Perguruan Tinggi
Rabu, 02 Desember 2020 - 22:12 WIB
Wisnu juga menjelaskan, momentum saat ini dinilai tepat ketika pandemi seluruh insan pariwisata memiliki lebih banyak waktu untuk meningkatkan pengetahuan hingga menambah keterampilan diri. "Ini juga bagian dari penyiapan SDM di desa wisata untuk berkompetisi di ranah global,” katanya.
Selain itu, dia menegaskan penerapan protokol kesehatan di desa wisata menjadi hal penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri wisatawan yang akan datang berlibur ke desa mereka.
"Ini juga menjadi momentum untuk re-save atau redesain dan revitalisasi desa wisata, sekaligus untuk daya saing pariwisata. Latar belakangnya juga agar destinasi desa wisata ini lebih berkualitas, lebih kredibel, dan mampu berkolaborasi serta bersaing di level domestik dan internasional," ujarnya.
Pada kesempatan itu Kemenparekraf memberikan apresiasi kepada 20 perguruan tinggi yang melakukan pelatihan dan pendampingan. Tercatat pada peringkat satu ada Sekolah Tinggi Pariwisata Riau yang melakukan pelatihan dan pendampingan di Koto Masjid.
(Baca juga: Tak Perlu ke Melbourne, Monash Univeristy Buka Kampus di Serpong )
Selain itu, dia menegaskan penerapan protokol kesehatan di desa wisata menjadi hal penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri wisatawan yang akan datang berlibur ke desa mereka.
"Ini juga menjadi momentum untuk re-save atau redesain dan revitalisasi desa wisata, sekaligus untuk daya saing pariwisata. Latar belakangnya juga agar destinasi desa wisata ini lebih berkualitas, lebih kredibel, dan mampu berkolaborasi serta bersaing di level domestik dan internasional," ujarnya.
Pada kesempatan itu Kemenparekraf memberikan apresiasi kepada 20 perguruan tinggi yang melakukan pelatihan dan pendampingan. Tercatat pada peringkat satu ada Sekolah Tinggi Pariwisata Riau yang melakukan pelatihan dan pendampingan di Koto Masjid.
(Baca juga: Tak Perlu ke Melbourne, Monash Univeristy Buka Kampus di Serpong )
Lihat Juga :