Tiga Hari di Jepang, Luhut Bertemu Bos Perusahaan, Penasihat PM hingga Partai Liberal
Kamis, 03 Desember 2020 - 22:35 WIB
Selain itu, pada kesempatan terpisah Menko Luhut dan Menteri Erick juga telah melakukan serangkaian pertemuan sejumlah pimpinan kalangan bisnis Jepang, antara lain Mitsui & Co, Mitsubishi Corp, Sojitz, Nippon Steel dan Hanwa.
SWF Indonesia atau NIA yang akan mulai beroperasi awal tahun 2021 ditargetkan menjadi salah satu kerangka pemulihan ekonomi Indonesia, di mana komponen pertumbuhan ekonomi tidak hanya dari permintaan domestik, melainkan juga dengan mendorong masuknya investasi. Pemerintah Indonesia telah siap menyuntikan modal awal Rp75 Triliun untuk pembentukan NIA ini.
(Baca juga: UU Cipta Kerja Gairahkan Iklim Investasi di Daerah dan Pusat )
Selain rangkaian pertemuan yang berlangsung pada hari ini, Luhut dan Erick juga dijadwalkan untuk bertemu Menteri Ekonomi Jepang, Gubernur JBIC, dan perwakilan sejumlah pension funds/finance groups.
SWF Indonesia atau NIA yang akan mulai beroperasi awal tahun 2021 ditargetkan menjadi salah satu kerangka pemulihan ekonomi Indonesia, di mana komponen pertumbuhan ekonomi tidak hanya dari permintaan domestik, melainkan juga dengan mendorong masuknya investasi. Pemerintah Indonesia telah siap menyuntikan modal awal Rp75 Triliun untuk pembentukan NIA ini.
(Baca juga: UU Cipta Kerja Gairahkan Iklim Investasi di Daerah dan Pusat )
Selain rangkaian pertemuan yang berlangsung pada hari ini, Luhut dan Erick juga dijadwalkan untuk bertemu Menteri Ekonomi Jepang, Gubernur JBIC, dan perwakilan sejumlah pension funds/finance groups.
(ind)
Lihat Juga :