Hati-hati Ledakan Besar Covid, DBS: Kasus RI Paling Tinggi di ASEAN
Jum'at, 04 Desember 2020 - 12:18 WIB
Langkah tersebut, menurut dia diambil dengan mempertimbangkan dampak ekonomi yang mungkin terjadi. Sementara itu, pemerintah daerah juga menerapkan beberapa langkah-langkah pencegahan di wilayah masing-masing. "Hal itu memang membantu memperlambat namun tidak menghentikan penyebaran infeksi," kata dia.
Dengan penerapan berbagai pembatasan, PDB kuartal kedua 2020 menyusut dari -5,3% secara tahunan namun mulai membaik ke angka -3,5% pada kuartal ketiga. Angka ini mengalami kontraksi yang tajam namun lebih kecil dari negara tetangga di kawasan lain. Di sisi lain, terkait suku bunga menurut dia saat ini harus menikmati kondisi carry trade, yakni aksi ambil untung dari selisih tingkat suku bunga antar negara. "Keadaan saat ini mendukung untuk peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia," ujar dia.
Baca Juga: Dikabarkan Merger, Begini Tanggapan Gojek dan Grab
Pasalnya likuiditas global mengalami surplus dengan tingkat margin diskon yang rendah meski terdapat optimisme dari vaksin Covid-19. Pemerintah di berbagai negara juga kemungkinan tidak akan menghentikan kesepakatan. Selain itu pemerintah juga kemungkinan tidak memberi sinyal pengetatan hingga akhir 2021 untuk beberapa waktu. "Maka dari itu pemburu imbal hasil harus mengarahkan pemodal ke dalam aset rupiah, yang belum banyak tersentuh," ucapnya.
Dengan penerapan berbagai pembatasan, PDB kuartal kedua 2020 menyusut dari -5,3% secara tahunan namun mulai membaik ke angka -3,5% pada kuartal ketiga. Angka ini mengalami kontraksi yang tajam namun lebih kecil dari negara tetangga di kawasan lain. Di sisi lain, terkait suku bunga menurut dia saat ini harus menikmati kondisi carry trade, yakni aksi ambil untung dari selisih tingkat suku bunga antar negara. "Keadaan saat ini mendukung untuk peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia," ujar dia.
Baca Juga: Dikabarkan Merger, Begini Tanggapan Gojek dan Grab
Pasalnya likuiditas global mengalami surplus dengan tingkat margin diskon yang rendah meski terdapat optimisme dari vaksin Covid-19. Pemerintah di berbagai negara juga kemungkinan tidak akan menghentikan kesepakatan. Selain itu pemerintah juga kemungkinan tidak memberi sinyal pengetatan hingga akhir 2021 untuk beberapa waktu. "Maka dari itu pemburu imbal hasil harus mengarahkan pemodal ke dalam aset rupiah, yang belum banyak tersentuh," ucapnya.
(nng)
Lihat Juga :