Masih Berat, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi -2,4% di 2020
Selasa, 08 Desember 2020 - 14:25 WIB
Dia mengatakan, pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 tidak bisa hanya ditopang oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sehingga, pemerintah berupaya untuk mendorong sektor keuangan dan korporasi untuk kembali bergerak. "Pemerintah akan menghitung risiko antara kebutuhan memulihkan ekonomi dan kemungkinan terjadinya moral hazard," imbuhnya.
Kendati demikian, Sri Mulyani optimistis pada 2021 dapat mendorong ekonomi agar tumbuh sekitar 5,3%. Namun, Sri Mulyani menyebut hal itu tergantung pada vaksin untuk mengendalikan Covid-19.
(Baca Juga: Sama-sama Tahan Diri, Sri Mulyani Pecut Perbankan dan Korporasi)
"Untuk 2021 pemerintah lebih optimis. Tapi tetap berhati-hati karena tentunya perekonomian diharapkan tumbuh sekitar 5%, tapi ini tergantung dari Covid, vaksin dan kemampuan kita untuk terus memperkuat pemulihan perekonomian," tandasnya.
Kendati demikian, Sri Mulyani optimistis pada 2021 dapat mendorong ekonomi agar tumbuh sekitar 5,3%. Namun, Sri Mulyani menyebut hal itu tergantung pada vaksin untuk mengendalikan Covid-19.
(Baca Juga: Sama-sama Tahan Diri, Sri Mulyani Pecut Perbankan dan Korporasi)
"Untuk 2021 pemerintah lebih optimis. Tapi tetap berhati-hati karena tentunya perekonomian diharapkan tumbuh sekitar 5%, tapi ini tergantung dari Covid, vaksin dan kemampuan kita untuk terus memperkuat pemulihan perekonomian," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :