Wimboh: BPD Harus Jadi Player Utama di Daerah

Selasa, 08 Desember 2020 - 19:53 WIB
Saat ini teknologi sangat penting, tidak terkecuali bagi industri jasa keuangan sehingga dapat berkompetisi. Lantaran itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mendorong, BPD untuk menerapkan, teknologi digital. Foto/Dok
JAKARTA - Saat ini teknologi sangat penting, tidak terkecuali bagi industri jasa keuangan sehingga dapat berkompetisi. Lantaran itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mendorong, Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk menerapkan, teknologi digital.

"Apalagi saat ini sedang marak fintech fintech yang ilegal. Ada juga pinjaman dalam bentuk direct investment baik luar negeri atau dalam negeri. Sehingga apabila kita tidak bersaing dengan baik dengan teknologi, maka akan sulit berkembang," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso secara virtual di Jakarta, Selasa (8/12/2020).



(Baca Juga: BPD Harus Berani Cegah Intervensi Luar, Perkuat Juga Anti Pencucian Uang )

Menurut Wimboh, apabila Bank pembangunan daerah (BPD) tidak bisa mentranformasi teknologi dengan baik, maka akan sulit bersaing ke depannya. Disamping itu, OJK juga melihat bahwa permodalan BPD minimum harus sekitar Rp3 triliun pada tahun 2023 atau 2024. Sehingga ini perlu menjadi perhatian bersama bagaimana BPD agar dapat berkembang dan survive.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!