Tahun Depan Bisnis Pelayaran Masih Akan Terombang-Ambing
Rabu, 09 Desember 2020 - 16:01 WIB
Carmelita juga mengatakan, pelayaran migas masih diselimuti ketidakpastian seiring banyaknya faktor yang mempengaruhi permintaan minyak dan gas dunia. "Pelayaran offshore mengalami kondisi yang tidak berbeda dengan pelayaran migas. Anjloknya harga minyak dunia menyebabkan pelayaran offshore mengalami tekanan," imbuhnya. ( Baca juga:Duka Terasa di Rumah Melisha Sidabutar, Wafat Sebelum Wujudkan Keinginan Kuliah di Singapura )
Namun, lanjut dia, masih ada potensi pertumbuhan pelayaran offshore seiring target SKK Migas terkait produksi minyak 1 juta barel pada 2030.
Sementara itu, kapal khusus, terutama bidang telekomunikasi diproyeksi akan tetap tumbuh. Hal ini sejalan dengan permintaan pemasangan kabel 3G-4G-5G.
"Sedangkan kapal khusus di bidang konstruksi dan pembangkit listrik akan berkembang lebih bagus sesuai dengan program pemerintah," tukas Carmelita.
Namun, lanjut dia, masih ada potensi pertumbuhan pelayaran offshore seiring target SKK Migas terkait produksi minyak 1 juta barel pada 2030.
Sementara itu, kapal khusus, terutama bidang telekomunikasi diproyeksi akan tetap tumbuh. Hal ini sejalan dengan permintaan pemasangan kabel 3G-4G-5G.
"Sedangkan kapal khusus di bidang konstruksi dan pembangkit listrik akan berkembang lebih bagus sesuai dengan program pemerintah," tukas Carmelita.
(uka)
Lihat Juga :