PELNI Lepas Struktur Terumbu Karang Buatan di Laut Banyuwangi
Rabu, 16 Desember 2020 - 07:31 WIB
Sang seniman, Teguh Ostenrik, mewujudkan struktur raksasa dengan pahatan laser yang menyerupai virus Covid-19. Untuk penamaannya, Domus sendiri memiliki arti rumah bagi terumbu karang. Sementara Coronarius memiliki makna sebagai penanda kebangkitan bangsa dari pandemi yang diakibatkan oleh virus Covid-19. Sedang Circularis mewakili roda kehidupan di mana akan datang masanya kita semua keluar dari krisis yang sedang dihadapi.
Rumah terumbu karang buatan telah ditenggelamkan pada kedalaman 15 meter dan memiliki bentuk seperti lorong dengan panjang 15 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 3 meter. Dibutuhkan 40 orang di darat untuk membawa struktur sebesar 2 ton tersebut ke tepi pantai dan 40 orang lainnya dengan perlengkapan selam untuk membawa dan menurunkan struktur ke bawah laut.
Yahya yakin keberadaan artificial reef di Pantai Bangsring akan menjadi ikon wisata baru di Pantai Bangsring. "Kami berharap kehadiran artificial reef ini dapat mendorong masyarakat dan wisatawan lokal dan internasional untuk bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem bawah laut bagi generasi mendatang," ungkap Yahya.
Penenggelaman terumbu karang ini bukan kali pertama yang dilakukan Pelni. Sebelumnya, Pelni telah berkontribusi pada penenggelaman struktur terumbu karang buatan Domus Arcae Similis di Pulau Sepa - Kepulauan Seribu (2017), Domus Hippocampi di Pulau Bangka - Sulawesi Utara (2018), dan Domus Frosiquilo di Pantai Jikomalomo - Ternate (2019).
(Baca Juga: Bappenas dan KKP Genjot Ekonomi Pesisir Lewat Terumbu Karang)
Rumah terumbu karang buatan telah ditenggelamkan pada kedalaman 15 meter dan memiliki bentuk seperti lorong dengan panjang 15 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 3 meter. Dibutuhkan 40 orang di darat untuk membawa struktur sebesar 2 ton tersebut ke tepi pantai dan 40 orang lainnya dengan perlengkapan selam untuk membawa dan menurunkan struktur ke bawah laut.
Yahya yakin keberadaan artificial reef di Pantai Bangsring akan menjadi ikon wisata baru di Pantai Bangsring. "Kami berharap kehadiran artificial reef ini dapat mendorong masyarakat dan wisatawan lokal dan internasional untuk bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem bawah laut bagi generasi mendatang," ungkap Yahya.
Penenggelaman terumbu karang ini bukan kali pertama yang dilakukan Pelni. Sebelumnya, Pelni telah berkontribusi pada penenggelaman struktur terumbu karang buatan Domus Arcae Similis di Pulau Sepa - Kepulauan Seribu (2017), Domus Hippocampi di Pulau Bangka - Sulawesi Utara (2018), dan Domus Frosiquilo di Pantai Jikomalomo - Ternate (2019).
(Baca Juga: Bappenas dan KKP Genjot Ekonomi Pesisir Lewat Terumbu Karang)
Lihat Juga :