Wishnutama Sumringah Lihat Maskapai dan Hotel Akur Dukung Pemulihan Pariwisata
Rabu, 16 Desember 2020 - 19:12 WIB
Menparekraf Wishnutama saat meninjau penerapan protokol kesehatan di perhotelan. Foto/Dok Kemenparekraf
JAKARTA - Maskapai AirAsia Indonesia dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk menyinergikan promosi dan penjualan hotel dengan tiket penerbangan.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga, Ketua Umum PHRI Hariyadi BS Sukamdani dan disaksikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio .
Menparekraf mengatakan, dalam situasi pandemi seperti saat ini inovasi dan inisiatif sangat diperlukan. Perlu ada langkah kolaborasi juga antara pihak satu dengan yang lainnya.
“Saya sampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi ke penyelenggaraan acara ini. Tentunya inovasi dan inisiasi semacam ini sangat kami apresiasi agar pariwisata dan transportasi dapat bangkit kembali,” ujarnya dalam acara Penandatangan Nota Kesepahaman secara virtual, Rabu (16/12/2020).
(Baca juga: Terbang ke Bali Wajib Tes PCR, PHRI Sebut 133 Ribu Turis Batalkan Liburan )
Menurut Wishnutama, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi industri penerbangan dan pariwisata. Oleh karena itu, dua industri ini perlu untuk saling mendukung agar sama-sama bisa tetap berjalan di tengah kesulitan ini.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine Sinaga, Ketua Umum PHRI Hariyadi BS Sukamdani dan disaksikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio .
Menparekraf mengatakan, dalam situasi pandemi seperti saat ini inovasi dan inisiatif sangat diperlukan. Perlu ada langkah kolaborasi juga antara pihak satu dengan yang lainnya.
“Saya sampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi ke penyelenggaraan acara ini. Tentunya inovasi dan inisiasi semacam ini sangat kami apresiasi agar pariwisata dan transportasi dapat bangkit kembali,” ujarnya dalam acara Penandatangan Nota Kesepahaman secara virtual, Rabu (16/12/2020).
(Baca juga: Terbang ke Bali Wajib Tes PCR, PHRI Sebut 133 Ribu Turis Batalkan Liburan )
Menurut Wishnutama, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi industri penerbangan dan pariwisata. Oleh karena itu, dua industri ini perlu untuk saling mendukung agar sama-sama bisa tetap berjalan di tengah kesulitan ini.
Lihat Juga :