Terbang ke Bali Wajib Tes PCR, PHRI Sebut 133 Ribu Turis Batalkan Liburan
Rabu, 16 Desember 2020 - 18:18 WIB
loading...
Foto/Dok Kemenparekraf
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah berencana mewajibkan masyarakat yang berpergian menggunakan pesawat menuju Bali untuk melakukan swab test atau PCR Test H-2 keberangkatan. Langkah ini dilakukan menyusul terjadinya peningkatan kasus di sejumlah daerah termasuk Pulau Dewata.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, akibat wacana kebijakan tersebut pihaknya mendapat keluhan dari masyarakat yang akan berpergian ke Bali.
(Baca juga: Aturan Baru Liburan!, Mau Terbang ke Bali Wajib PCR Test H-2 Sebelum Berangkat )
Pasalnya, akibat wacana ini banyak masyarakat yang akhirnya membatalkan rencana liburan ke Bali. Dia mencatat ada 133 ribu pax permintaan refund yang dilakukan masyarakat pasca pengumuman tersebut.
“Kami tidak menutup kondisi yang sangat dinamis. Dari kemarin disibukkan komplain masyarakat mau ke Bali tiba-tiba terjadi ada permintaan PCR. Memang agak cukup mengkhawatirkan data yang kita olah sampai tadi malam, terjadi permintaan refund dari pembeli tiket sampai 133 ribu pax. Meningkat 10 kali lipat dibanding kondisi normal,” ujarnya dalam acara penandatanganan MoU Virtual, Rabu (16/12/2020).
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, akibat wacana kebijakan tersebut pihaknya mendapat keluhan dari masyarakat yang akan berpergian ke Bali.
(Baca juga: Aturan Baru Liburan!, Mau Terbang ke Bali Wajib PCR Test H-2 Sebelum Berangkat )
Pasalnya, akibat wacana ini banyak masyarakat yang akhirnya membatalkan rencana liburan ke Bali. Dia mencatat ada 133 ribu pax permintaan refund yang dilakukan masyarakat pasca pengumuman tersebut.
“Kami tidak menutup kondisi yang sangat dinamis. Dari kemarin disibukkan komplain masyarakat mau ke Bali tiba-tiba terjadi ada permintaan PCR. Memang agak cukup mengkhawatirkan data yang kita olah sampai tadi malam, terjadi permintaan refund dari pembeli tiket sampai 133 ribu pax. Meningkat 10 kali lipat dibanding kondisi normal,” ujarnya dalam acara penandatanganan MoU Virtual, Rabu (16/12/2020).
Lihat Juga :