Bukan Risma, Sosok Ini Dianggap Cocok Jadi Mensos

Kamis, 17 Desember 2020 - 23:32 WIB
Hal senada juga dilontarkan Ketua DPP GMNI Arieo Pandiko. Pihaknya menilai saat ini waktu yang tepat bagi Presiden Jokowi untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja para bawahannya serta melakukan reshuffle kabinet.

"Saat ini ada dua menteri Pak Jokowi yang ditangkap atas dugaan kasus korupsi. Belum lagi beberapa menteri yang dianggap tidak mampu menjalankan tugas dan memenuhi ekspektasi presiden, serta adanya isu menteri yang sedang mempersiapkan diri untuk ikut dalam pertarungan Pilpres 2024 mendatang. Jika presiden tidak melakukan reshuffle, hal ini tentu akan mengganggu jalannya pemerintahan dan tentu masyarakat yang akan merasakan dampaknya," katanya.

Dia mengatakan guna mengisi kekosongan posisi mensos saat ini, presiden harus memilih sosok yang benar-benar memahami Pancasila dan UUD 1945 agar dapat menerjemahkan visi-misi Presiden Jokowi dan mentransformasikannya pada program-program kementerian agar sejalan dengan cita-cita Indonesia untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. "Salah satu sosok yang saya anggap layak dan sesuai dengan kriteria tersebut adalah Ahmad Basarah," kata dia.

Menurut dia pentingnya melakukan reshuffle menurut Arieo, selain untuk mengisi kekosongan jabatan juga untuk merombak posisi menteri yang saat ini dianggap tidak mampu menjalankan amanat dan tanggung jawab yang diberikan presiden. Menurut penilaiannya, salah satu menteri yang layak diganti adalah Erick Thohir.

Pihaknya beranggapan Erick kurang mampu menjalankan tugasnya sebagai Menteri BUMN karena berhembus isu miring terkait penempatan komisaris BUMN, serta tak mampu menjalankan tugas sebagai Ketua Penanganan Covid-19 dan PEN yang dibuktikan dengan semakin meningkatnya kasu di Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!