Resmi Jadi Mendag, Lutfi Bisa Jadi Jembatan UMKM RI ke Pasar Dunia
Rabu, 23 Desember 2020 - 12:33 WIB
Sebagaimana diketahui, Muhammad Lutfi yang juga merupakan Ketua Dewan Penasehat REPNAS pernah duduk sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Menteri Perdagangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Lutfi pun juga pernah menjadi menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia, dan terakhir sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.
Rekam jejak Muhammad Lutfi di organisasi juga menjadi alasan mengapa Eka sangat meyakini kompetensi Lutfi. Dalam hal ini, Muhammad Lutfi pernah menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Wakil Ketua Umum KADIN bidang UKM.
Dengan segudang pengalaman ini, Lutfi diyakini akan bisa mendorong usaha kecil dan menengah di Indonesia untuk naik kelas dan masuk ke pasar dunia. "Pengalaman beliau bisa dijadikan sebagai jembatan bagi pelaku dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk masuk ke pasar dunia, ini kesempatan emas bagi Indonesia untuk mempercepat pemulihan ekonomi," ujar Eka.
Apalagi dengan kondisi ekonomi Indonesia yang tengah dihantam oleh Pandemi Covid-19, banyak pelaku usaha UMKM yang terkena dampaknya. Padahal sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, UMKM adalah penopang perekonomian nasional, dengan kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia yang mencapai 60% dan penyerapan tenaga kerja UMKM yang mencapai hampir 98% dari total penyerapan tenaga kerja.
(Baca Juga: Diangkat Jadi Menteri, Muhammad Lutfi: Mendag Seperti Wasit )
Rekam jejak Muhammad Lutfi di organisasi juga menjadi alasan mengapa Eka sangat meyakini kompetensi Lutfi. Dalam hal ini, Muhammad Lutfi pernah menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Wakil Ketua Umum KADIN bidang UKM.
Dengan segudang pengalaman ini, Lutfi diyakini akan bisa mendorong usaha kecil dan menengah di Indonesia untuk naik kelas dan masuk ke pasar dunia. "Pengalaman beliau bisa dijadikan sebagai jembatan bagi pelaku dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk masuk ke pasar dunia, ini kesempatan emas bagi Indonesia untuk mempercepat pemulihan ekonomi," ujar Eka.
Apalagi dengan kondisi ekonomi Indonesia yang tengah dihantam oleh Pandemi Covid-19, banyak pelaku usaha UMKM yang terkena dampaknya. Padahal sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, UMKM adalah penopang perekonomian nasional, dengan kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia yang mencapai 60% dan penyerapan tenaga kerja UMKM yang mencapai hampir 98% dari total penyerapan tenaga kerja.
(Baca Juga: Diangkat Jadi Menteri, Muhammad Lutfi: Mendag Seperti Wasit )
Lihat Juga :