Berkat Inovasi, PHM Catatkan Kinerja Positif Sepanjang 2020
Sabtu, 26 Desember 2020 - 09:22 WIB
Inovasi yang terus dilakukan para insinyur PHM mendorong produksi minyak dan gas anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia tersebut melampaui target. Foto/Ist
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menunjukkan kinerja positif sepanjang 2020 di tengah kondisi kondisi pandemi Covid-19. Hal itu terlihat dari realisasi produksi PHM yang melebihi target ditopang oleh banyaknya inovasi .
Hingga kurang dari sepekan berakhirnya tahun 2020, anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia itu mampu memproduksikan minyak dan gas (migas) di atas proyeksi. Per 24 Desember 2020, produksi likuid (minyak dan kondensat) PHM mencapai 29,4 ribu BOPD, atau sekitar 104% dari usulan Work Plan and Budget (WP&B) yang sebesar 28,4 ribu BOPD. Sedangkan produksi gas (wellhead) mencapai 605,5 MMSCFD dari usulan WP&B sebesar 588 MMSCFD.
"Kami juga telah mengebor 79 sumur pengembangan dari target 78 sumur dalam WP&B, dan diharapkan 1-2 sumur lagi akan diselesaikan hingga tutup tahun," ujar General Manager PHM Agus Amperianto dalam keterangan resminya,Sabtu (26/12/2020).
(Baca Juga: GM PHM: Tantangan Kian Berat, Kami Tetap Optimistis)
Agus menjelaskan, target pengeboran sumur tercapai antara lain berkat berbagai inovasi yang dikembangkan dalam operasi pengeboran, yang bisa menurunkan durasi dan biaya pengeboran. Salah satunya dengan penerapan teknik pengeboran tanpa rig (rigless) untuk mengerjakan sumur dan menggantikannya dengan Hydraulic Workover Unit (HWU) baik di wilayah delta maupun lepas pantai. "Metode rigless ini terbukti secara signifikan menekan biaya pengerjaan sumur," tandasnya.
Menurut Agus, banyaknya inovasi di sektor operasi mendorong produksi minyak dan gas di atas target. Inovasi tiada henti terus dilakukan para insinyur PHM. Inovasi terkini adalah penyelesaian sumur pengembangan PK-B8.G1, tercepat di area lepas pantai (offshore) Mahakam dengan durasi 10,96 hari pada Jumat (25/12). "Tubingless cementing berhasil dilakukan dengan offline (tanpa rig) dan menjadi enabler record baru," ujarnya.
Hingga kurang dari sepekan berakhirnya tahun 2020, anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia itu mampu memproduksikan minyak dan gas (migas) di atas proyeksi. Per 24 Desember 2020, produksi likuid (minyak dan kondensat) PHM mencapai 29,4 ribu BOPD, atau sekitar 104% dari usulan Work Plan and Budget (WP&B) yang sebesar 28,4 ribu BOPD. Sedangkan produksi gas (wellhead) mencapai 605,5 MMSCFD dari usulan WP&B sebesar 588 MMSCFD.
"Kami juga telah mengebor 79 sumur pengembangan dari target 78 sumur dalam WP&B, dan diharapkan 1-2 sumur lagi akan diselesaikan hingga tutup tahun," ujar General Manager PHM Agus Amperianto dalam keterangan resminya,Sabtu (26/12/2020).
(Baca Juga: GM PHM: Tantangan Kian Berat, Kami Tetap Optimistis)
Agus menjelaskan, target pengeboran sumur tercapai antara lain berkat berbagai inovasi yang dikembangkan dalam operasi pengeboran, yang bisa menurunkan durasi dan biaya pengeboran. Salah satunya dengan penerapan teknik pengeboran tanpa rig (rigless) untuk mengerjakan sumur dan menggantikannya dengan Hydraulic Workover Unit (HWU) baik di wilayah delta maupun lepas pantai. "Metode rigless ini terbukti secara signifikan menekan biaya pengerjaan sumur," tandasnya.
Menurut Agus, banyaknya inovasi di sektor operasi mendorong produksi minyak dan gas di atas target. Inovasi tiada henti terus dilakukan para insinyur PHM. Inovasi terkini adalah penyelesaian sumur pengembangan PK-B8.G1, tercepat di area lepas pantai (offshore) Mahakam dengan durasi 10,96 hari pada Jumat (25/12). "Tubingless cementing berhasil dilakukan dengan offline (tanpa rig) dan menjadi enabler record baru," ujarnya.
Lihat Juga :