Berkat Inovasi, PHM Catatkan Kinerja Positif Sepanjang 2020
Sabtu, 26 Desember 2020 - 09:22 WIB
Dalam hal keselamatan kerja, tambah Agus, hingga akhir 2020, PHM telah mencapai 923 hari, atau lebih dari 76 juta jam kerja manusia (manhours), tanpa kejadian yang menyebabkan kehilangan hari kerja atau tanpa LTI. Hal ini diapresiasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupa Penghargaan Keselamatan Migas Patra Nirbhaya Adinugraha 1 dan Penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Pada Desember 2020, PHM juga juga meraih PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk kelima lapangan produksinya, yaitu: Bekapai Senipah Peciko South Mahakam (BSP), South Processing Unit (SPU), North Processing Unit (NPU), Central Processing Area (CPA), dan dan Central Processing Unit (CPU).
"Selain itu, Lapangan Senipah Peciko South Mahakam (SPS) – Peciko Processing Area (PPA) menerima sertifikasi ISO 50001 untuk implementasi Sistem Manajemen Energi. Penerapan ISO 50001 ini merupakan pengakuan beyond compliance dari PERMEN ESDM 14/2012 yang mewajibkan penerapan manajemen energi untuk perusahaan yang menggunakan energi lebih dari 6.000 ton oil equivalent," tambahnya.
(Baca Juga: Bangun Kebangkitan Industri Hulu Migas, Kepala SKK Migas Ajak Keluar dari Zona Nyaman)
Terkait kegiatan operasi, Agus mengakui ada kasus penularan Covid-19 di kalangan pekerja di sejumlah site, namun hal itu tidak mengganggu jalannya kegiatan operasi PHM. Rasio penanganan tingkat kesembuhan mencapai 90%, dan sampai saat ini tidak ada lapangan atau kegiatan operasi yang dihentikan sebagai akibat penularan Covid-19.
"Hal itu membuktikan kuatnya komitmen PHM untuk selalu kooperatif dan senantiasa mengembangkan sinergi dengan Pemerintah Kota maupun Satgas Covid-19 di Balikpapan, dalam hal penanganan pandemi selama 2020," tandasnya.
PHM telah menyalurkan bantuan sebesar Rp2,5 miliar berupa pengadaan alat kesehatan untuk tenaga medis, fasilitas cuci tangan, program disinfeksi, pembagian ribuan masker, paket bantuan pangan untuk masyarakat terdampak di empat daerah, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Jakarta.
Pada Desember 2020, PHM juga juga meraih PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk kelima lapangan produksinya, yaitu: Bekapai Senipah Peciko South Mahakam (BSP), South Processing Unit (SPU), North Processing Unit (NPU), Central Processing Area (CPA), dan dan Central Processing Unit (CPU).
"Selain itu, Lapangan Senipah Peciko South Mahakam (SPS) – Peciko Processing Area (PPA) menerima sertifikasi ISO 50001 untuk implementasi Sistem Manajemen Energi. Penerapan ISO 50001 ini merupakan pengakuan beyond compliance dari PERMEN ESDM 14/2012 yang mewajibkan penerapan manajemen energi untuk perusahaan yang menggunakan energi lebih dari 6.000 ton oil equivalent," tambahnya.
(Baca Juga: Bangun Kebangkitan Industri Hulu Migas, Kepala SKK Migas Ajak Keluar dari Zona Nyaman)
Terkait kegiatan operasi, Agus mengakui ada kasus penularan Covid-19 di kalangan pekerja di sejumlah site, namun hal itu tidak mengganggu jalannya kegiatan operasi PHM. Rasio penanganan tingkat kesembuhan mencapai 90%, dan sampai saat ini tidak ada lapangan atau kegiatan operasi yang dihentikan sebagai akibat penularan Covid-19.
"Hal itu membuktikan kuatnya komitmen PHM untuk selalu kooperatif dan senantiasa mengembangkan sinergi dengan Pemerintah Kota maupun Satgas Covid-19 di Balikpapan, dalam hal penanganan pandemi selama 2020," tandasnya.
PHM telah menyalurkan bantuan sebesar Rp2,5 miliar berupa pengadaan alat kesehatan untuk tenaga medis, fasilitas cuci tangan, program disinfeksi, pembagian ribuan masker, paket bantuan pangan untuk masyarakat terdampak di empat daerah, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Jakarta.
(fai)
Lihat Juga :