Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diramal Melonjak Sebesar 6% di Tahun Depan
Senin, 28 Desember 2020 - 10:42 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Laporan prospek ekonomi terbaru dari Oxford Economics bersama The Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) memperkirakan bahwa PDB di seluruh Asia Tenggara (ASEAN) akan berkontraksi sebesar 4,1% pada tahun 2020 sebelum melonjak tajam menjadi 6,2% pada tahun 2021. ( Baca juga:Investor Diminta Waspada Aksi Ambil Cuan di Tengah Kenaikan IHSG )
"Pemulihan tersebut sebagian disebabkan oleh low base effect dari tahun ini, tetapi kebijakan makro dinilai akan tetap berperan akomodatif, dengan dukungan fiskal yang ekstensif dan suku bunga rendah," tulis laporan tersebut di Jakarta, Senin (28/12/2020).
Bagi Indonesia, laju pemulihan dinilai masih belum pasti, terutama akibat tren mobilitas yang lemah, impor yang tergelincir dua digit, dan melemahnya penjualan ritel. Meskipun demikian, volume penjualan ritel dan produksi industri di Indonesia relatif stabil jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya yang terpukul cukup keras.
"Secara keseluruhan, pandemi diperkirakan akan meninggalkan bekas luka permanen pada tingkat PDB Indonesia, yang diperkirakan akan menyusut sebesar 2,2% tahun ini sebelum melonjak menjadi 6% pada tahun 2021, dengan bantuan belanja konsumen dan infrastruktur," katanya.
"Pemulihan tersebut sebagian disebabkan oleh low base effect dari tahun ini, tetapi kebijakan makro dinilai akan tetap berperan akomodatif, dengan dukungan fiskal yang ekstensif dan suku bunga rendah," tulis laporan tersebut di Jakarta, Senin (28/12/2020).
Bagi Indonesia, laju pemulihan dinilai masih belum pasti, terutama akibat tren mobilitas yang lemah, impor yang tergelincir dua digit, dan melemahnya penjualan ritel. Meskipun demikian, volume penjualan ritel dan produksi industri di Indonesia relatif stabil jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya yang terpukul cukup keras.
"Secara keseluruhan, pandemi diperkirakan akan meninggalkan bekas luka permanen pada tingkat PDB Indonesia, yang diperkirakan akan menyusut sebesar 2,2% tahun ini sebelum melonjak menjadi 6% pada tahun 2021, dengan bantuan belanja konsumen dan infrastruktur," katanya.
Lihat Juga :