Naik, Tapi Pertumbuhan Perbankan Syariah Dinilai Belum Optimal
Selasa, 29 Desember 2020 - 16:17 WIB
Meski terus meningkat, pertumbuhan perbankan syariah nasional masih belum optimal jika dilihat dari potensinya. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan pertumbuhan industri keuangan syariah terus meningkat setiap tahunnya. Sampai dengan September 2020, total aset syariah keuangan tercatat mencapai Rp1.710,6 trilun.
Sementara, pangsa pasar keuangan syariah sudah mencapai 9,6%. Menkeu juga menuturkan, industri perbankan syariah posisinya stabil dan memiliki loyalitas pada ekosistemnya.
(Baca Juga: Berkah, Peringkat Keuangan Syariah Indonesia Terus Menanjak)
Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah mengakui, perbankan syariah Indonesia memang cukup stabil dan tumbuh di atas pertumbuhan perbankan secara keseluruhan. Demikian juga pangsa pasar keuangan syariah terus tumbuh.
"Namun demikian, pertumbuhan perbankan syariah relatif rendah apabila dibandingkan dengan potensinya," kata Piter saat dihubungi di Jakarta, Selasa (29/12/2020).
Menurut dia, idealnya perbankan syariah nasional bisa tumbuh lebih besar daripada pertumbuhan perbankan syariah negara negara setara, seperti Malaysia. Pertimbangannya, jumlah penduduk muslim Indonesia yang lebih besar dan memiliki loyalitas yang tinggi. "Tetapi kenyataanya pertumbuhan dan market share perbankan syariah kita masih kalah dibandingkan Malaysia," ujarnya.
Sementara, pangsa pasar keuangan syariah sudah mencapai 9,6%. Menkeu juga menuturkan, industri perbankan syariah posisinya stabil dan memiliki loyalitas pada ekosistemnya.
(Baca Juga: Berkah, Peringkat Keuangan Syariah Indonesia Terus Menanjak)
Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah mengakui, perbankan syariah Indonesia memang cukup stabil dan tumbuh di atas pertumbuhan perbankan secara keseluruhan. Demikian juga pangsa pasar keuangan syariah terus tumbuh.
"Namun demikian, pertumbuhan perbankan syariah relatif rendah apabila dibandingkan dengan potensinya," kata Piter saat dihubungi di Jakarta, Selasa (29/12/2020).
Menurut dia, idealnya perbankan syariah nasional bisa tumbuh lebih besar daripada pertumbuhan perbankan syariah negara negara setara, seperti Malaysia. Pertimbangannya, jumlah penduduk muslim Indonesia yang lebih besar dan memiliki loyalitas yang tinggi. "Tetapi kenyataanya pertumbuhan dan market share perbankan syariah kita masih kalah dibandingkan Malaysia," ujarnya.
Lihat Juga :