Aplikasi MyPertamina Targetkan 50 Juta Pengguna

Kamis, 14 Januari 2021 - 20:19 WIB
Selain itu, perusahaan juga bisa mengetahui konsumen yang biasa membeli BBM Premium dan BBM Solar yang di subsidi pemerintah. “Pendataan konsumen terhadap kedua produk tersebut agar di masa depan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran,” paparnya. (Baca juga: Pertamina Perkuat Digitalisasi Sektor Hulu Hingga Hilir)

Khamid menambahkan, digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah tuntas dilakukan per 29 Desember 2020. “Sebanyak 5.518 SPBU semuanya telah di digitalisasi,” katanya.

Dia mengatakan, program digitalisasi SPBU merupakan upaya Pertamina untuk meningkatkan layanan kepada konsumen dengan memantau ketersediaan, penjualan BBM dan transaksi di SPBU dengan data yang real time. “Dengan sistem digital, seluruh proses penyediaan BBM di SPBU terpantau dengan baik dan data tersebut dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan BPH Migas sehingga dapat saling mendukung untuk pengawasan penyaluran BBM, termasuk yang BBM bersubsidi seperti Biosolar (B30) dan Premium,” katanya.

Menurut dia, Pertamina telah melakukan digitalisasi di seluruh lini bisnis baik dari sisi hulu sampai hilir. Melalui digitalisasi SPBU, Pertamina memastikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat.
(aby)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!