BKPM: Jawa Barat Paling Diminati Investor Lima Tahun Terakhir
Jum'at, 15 Mei 2020 - 16:11 WIB
Realisasi investasi PMA di pulau Jawa pada tahun 2019 sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2018, investasi PMA di pulau Jawa mencapai USD17,04 miliar, sedangkan tahun 2019 menjadi USD15,47 miliar. “Dapat kita amati disini, jika investor asing juga mulai melirik lokasi di luar Jawa. Pembangunan infrastruktur di luar Jawa tentunya menjadi poin positif bagi investor,” jelas Farah.
Selama 5 tahun terakhir (2016 – Triwulan I 2020) investasi PMA di pulau Jawa banyak berlokasi di provinsi Jawa Barat (USD22,98 miliar) kemudian provinsi DKI Jakarta (USD17,89 miliar); Banten (USD10,98 miliar); Jawa Tengah (USD8,82 miliar); Jawa Timur (USD6,04 miliar); dan Daerah Istimewa Yogyakarta (USD 0,15 miliar).
Berbeda dengan PMA, investasi PMDN di pulau Jawa mayoritas berada di provinsi Jawa Timur (USD14,12 miliar); disusul oleh provinsi DKI Jakarta (USD12,71 miliar); Jawa Barat (USD12,69 miliar); Jawa Tengah (USD7,56 miliar); dan Banten (USD4,97 miliar).
Sektor yang mendominasi investasi PMA di pulau Jawa selama tahun 2016 – Triwulan I 2020 yaitu Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (USD12,07 miliar); Listrik, Gas, dan Air (USS10,25 miliar); Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (USD9,34 miliar); Industri Kimia dan Farmasi (USD5,28 miliar); dan Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi Lain (USD5,27 miliar).
Sedangkan untuk investasi PMDN didominasi oleh sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (USD14,17 miliar); Konstruksi (USD8,22 miliar); Industri Makanan (USD5,51 miliar); Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (USD4,28 miliar); dan Listrik, Gas, dan Air (USD,07 miliar).
Selama 5 tahun terakhir (2016 – Triwulan I 2020) investasi PMA di pulau Jawa banyak berlokasi di provinsi Jawa Barat (USD22,98 miliar) kemudian provinsi DKI Jakarta (USD17,89 miliar); Banten (USD10,98 miliar); Jawa Tengah (USD8,82 miliar); Jawa Timur (USD6,04 miliar); dan Daerah Istimewa Yogyakarta (USD 0,15 miliar).
Berbeda dengan PMA, investasi PMDN di pulau Jawa mayoritas berada di provinsi Jawa Timur (USD14,12 miliar); disusul oleh provinsi DKI Jakarta (USD12,71 miliar); Jawa Barat (USD12,69 miliar); Jawa Tengah (USD7,56 miliar); dan Banten (USD4,97 miliar).
Sektor yang mendominasi investasi PMA di pulau Jawa selama tahun 2016 – Triwulan I 2020 yaitu Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (USD12,07 miliar); Listrik, Gas, dan Air (USS10,25 miliar); Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (USD9,34 miliar); Industri Kimia dan Farmasi (USD5,28 miliar); dan Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi Lain (USD5,27 miliar).
Sedangkan untuk investasi PMDN didominasi oleh sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (USD14,17 miliar); Konstruksi (USD8,22 miliar); Industri Makanan (USD5,51 miliar); Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (USD4,28 miliar); dan Listrik, Gas, dan Air (USD,07 miliar).
(akr)
Lihat Juga :