Merger Bank Syariah BUMN Bakal Bangunkan Raksasa Tidur

Selasa, 19 Januari 2021 - 13:53 WIB
foto/ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Ketua Project Management Office (PMO) Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, Hery Gunardi, mengatakan merger tiga bank syariah milik BUMN merupakan wujud inisiatif pemerintah untuk membangkitkan industri keuangan syariah , yang selama ini dianggap sebagai raksasa tidur. Dengan nilai aset yang mencapai sekitar Rp240 triliun dan melayani lebih dari 14,9 juta nasabah, Bank Syariah Indonesia akan berupaya menjawab berbagai tantangan pengembangan ekonomi dan industri keuangan syariah.

Menurut dia, infrastruktur ini bisa menjawab tantangan yang dihadapi perbankan Syariah, antara lain harus bisa mmeperkuat daya saing perbankan syariah di industri keuangan. ( Baca juga:Bulan Depan Bank Syariah Indonesia Siap Tantang Bank-Bank Besar )



"Dari sisi produk, kita mesti punya produk yang lebih variatif dengan kombinasi kapabilitas tiga bank yang membawa kelebihannya masing-masing. Kami juga akan mendorong capability technology system karena kami sadar bahwa bank ini ke depan harus punya kemampuan digital yang lebih baik daripada sekarang,” ujar Hery dalam acara Sharia Economy Outlook di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Bank Syariah Indonesia diprediksi mampu mewujudkan visi menjadi pemain global dan pemain utama di industri perbankan syariah dunia dalam kurun 3-4 tahun mendatang. Visi itu bisa terwujud dengan pelayanan Bank Syariah Indonesia yang akan fokus di segmen UMKM, ritel, konsumer, dipadu kemampuan mengelola nasabah wholesale yang baik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!