Cerita Bahlil Soal 'Abu Nawas' yang Bikin Pengusaha Keki

Jum'at, 22 Januari 2021 - 03:45 WIB
Kata dia, biaya Abu Nawas itu yang membuat produk yang dihasilkan tidak kompetitif. Pasalnya, perusahaan harus mengeluarkan biaya ekstra dan terpaksa membebankannya ke harga jual.

Baca juga : Dibungkam Non-unggulan, Anthony Ginting: Dia Pintar dan Memegang Kendali

Terbukti dari rasio produktivitas atau Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang masih mencapai 6,6. Angka itu lebih tinggi dari negara tetangga seperti Malaysia 4,5, Filipina 3,7, Thailand 4,4 dan Vietnam 4,6. Semakin tinggi ICOR, maka artinya tingkat efisiensi semakin rendah.

(Baca juga: Jika Pembatasan Kegiatan Sampai Jilid III, Pengusaha: Dirumah Ajalah, Kunci Toko )

"Nah biaya Abu Nawas ini hanya bisa diselesaikan dengan cara-cara transparan. Makanya izin-izin sekarang tidak boleh lagi pakai manual, kita sudah berbasis semua elektronik, berbasis OSS (Online Single Submission) dan transparan. Bagi pengusaha sebenarnya adalah aksesnya harus mudah, kemudian kecepatan, transparansi dan kalau bisa lebih murah, itu lebih paten lagi," tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!