Pengen Jadi Kayak Pak HT, Yusuf Mansur: Yuk, Nabung Saham di MNC Group
Jum'at, 22 Januari 2021 - 09:47 WIB
MNC Group sendiri merupakan bisnis di bawah naungan pengusaha sukses Hary Tanoesoedibjo. Dia mennjelaskan bahwa dirinya menjalin hubungan berhubungan baik dengan Pak Hary sudah lama. Salah satunya sejak tayang sinetron Tukang Bubur Naik Haji di mana dirinya turut tampil berdakwah. MNC Group group sendiri merupakan perusahaan yang memiliki jasa besar dan bermanfaat bagi publik serta memiliki ekosistem yang lengkap. Sebab itu, pihaknya melalui akun Instagram resminya mengajak para pengikutnya untuk turut berinvestasi di perusahaan tersebut.
Saya seneng bicara seputar afirmasi, visualisasi dan imajinasi. Ini sudut pandang lain persahaman. Selain soal ownership. Ikut memiliki. Ikut jd pemegang saham. Ikut jadi owner. Yakni soal afirmasi, visualisasi dan imajinasi. Saya sih asli pengen kaya raya. Pengen jadi konglomerat. Hak saya juga, hehehe. Selain jadi Haafizh... Pendakwah yang ga dibayar, ga narif. Dan jadi lain2.
Nah, kayak naro saham, ikut saham, nabung saham, nanem saham, di MNC Group... BCAP atau MNCN.. Buat saya adalah bentuk konkrit membuat iketan, koneksi, sambungan, dengan afirmasi, visualisasi, dan imajinasi, buat jadi orang kaya raya, dan bahkan konglomerat. Jadi bisa kayak Pak HT. Hehehe. Bisa punya karyawan 30rb krg lbh, ngasi makan segitu banyak orang dg keluarganya. Jadi jalan rizki buat banyak orang. Dll.. Manfaat secara ekonomi riil. Urusan perut orang.
Ga ada sambungan aja dengan dreams, impian, bisa. Apalagi ada sambungan.Contoh... Turun dari bus, haltenya halte perbankan X. Setiap kuliah, turunnya di halte yg dibranding oleh bank X. Lalu berafirmasi. Tanpa visualisasi dan imajinasi juga. Nyebut sembarang aja. "Tar kerja di sana ah..."
Baca Juga: Lewat Instagram, Ustaz Yusuf Mansur Ajak Follower Investasi di MNC Kapital
Saya seneng bicara seputar afirmasi, visualisasi dan imajinasi. Ini sudut pandang lain persahaman. Selain soal ownership. Ikut memiliki. Ikut jd pemegang saham. Ikut jadi owner. Yakni soal afirmasi, visualisasi dan imajinasi. Saya sih asli pengen kaya raya. Pengen jadi konglomerat. Hak saya juga, hehehe. Selain jadi Haafizh... Pendakwah yang ga dibayar, ga narif. Dan jadi lain2.
Nah, kayak naro saham, ikut saham, nabung saham, nanem saham, di MNC Group... BCAP atau MNCN.. Buat saya adalah bentuk konkrit membuat iketan, koneksi, sambungan, dengan afirmasi, visualisasi, dan imajinasi, buat jadi orang kaya raya, dan bahkan konglomerat. Jadi bisa kayak Pak HT. Hehehe. Bisa punya karyawan 30rb krg lbh, ngasi makan segitu banyak orang dg keluarganya. Jadi jalan rizki buat banyak orang. Dll.. Manfaat secara ekonomi riil. Urusan perut orang.
Ga ada sambungan aja dengan dreams, impian, bisa. Apalagi ada sambungan.Contoh... Turun dari bus, haltenya halte perbankan X. Setiap kuliah, turunnya di halte yg dibranding oleh bank X. Lalu berafirmasi. Tanpa visualisasi dan imajinasi juga. Nyebut sembarang aja. "Tar kerja di sana ah..."
Baca Juga: Lewat Instagram, Ustaz Yusuf Mansur Ajak Follower Investasi di MNC Kapital
Lihat Juga :