Komisi IV Ancam Mentan Jika Ngotot dengan Program Desa Sapi
Senin, 25 Januari 2021 - 17:42 WIB
Dia menilai, program 1.000 Desa Sapi bukanlah program pengembangan, melainkan hanya memindahkan sapi dari satu daerah ke daerah lainnya.
"Coba ambil terobosan pengembangan, impor sapi betina produktif, karena kalau saya tanya pengusaha tidak bakal mau. Beli sapi 350 kilogram dari Australia sampai Indonesia Rp11 juta, kalau mengembangkan dari sapi bunting sampai beranak mencapai Rp15 juta biaya produksinya," kata dia.
Kementerian Pertanian memang melakukan pengembangan sapi dengan menggenjot program 1.000 Desa Sapi di sejumlah wilayah di Indonesia. Langkah ini untuk mengurangi impor daging sapi setiap tahun.
Syahrul Limpo menyebut, pemerintah siap memajukan peternakan untuk mewujudkan target swasembada daging. Dengan begitu, kebutuhan daging di dalam negeri dapat dipenuhi tanpa perlu mendatangkan dari negara lain.
Secara khusus, dia menilai potensi wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu lokomotif budi daya sapi Indonesia. Di wilayah ini, peternakan perlu diperkuat untuk menyuplai kebutuhan daging nasional.
"Coba ambil terobosan pengembangan, impor sapi betina produktif, karena kalau saya tanya pengusaha tidak bakal mau. Beli sapi 350 kilogram dari Australia sampai Indonesia Rp11 juta, kalau mengembangkan dari sapi bunting sampai beranak mencapai Rp15 juta biaya produksinya," kata dia.
Kementerian Pertanian memang melakukan pengembangan sapi dengan menggenjot program 1.000 Desa Sapi di sejumlah wilayah di Indonesia. Langkah ini untuk mengurangi impor daging sapi setiap tahun.
Syahrul Limpo menyebut, pemerintah siap memajukan peternakan untuk mewujudkan target swasembada daging. Dengan begitu, kebutuhan daging di dalam negeri dapat dipenuhi tanpa perlu mendatangkan dari negara lain.
Secara khusus, dia menilai potensi wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu lokomotif budi daya sapi Indonesia. Di wilayah ini, peternakan perlu diperkuat untuk menyuplai kebutuhan daging nasional.
Lihat Juga :