Potensi RI Kuasai Pasar Baterai & Mobil Listrik di ASEAN Bukan Mimpi, Ini Datanya
Senin, 01 Februari 2021 - 17:10 WIB
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/ EV Battery) Agus Tjahajana Wirakusumah mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk membangun ekosistem industri kendaraan listrik berbasis baterai di ASEAN.
Menurut dia, Indonesia memiliki beberapa bahan baku penting dalam pembuatan kendaraan listrik atau EV seperti nikel, aluminium, mangan, dan cobalt. Bahkan, untuk nikel Indonesia memiliki 30% dari cadangan nikel dunia dan PT Antam Tbk mempunyai cadangan nikel yang cukup besar untuk dapat memasok produksi baterai EV.
"Bila industri baterai ini terbangun ditambah pasar otomotif domestik yang terbesar di kawasan, maka Indonesia memiliki potensi besar di ASEAN untuk membangun ekosistem industri EV mencakup hulu sampai hilir yang meliputi infrastruktur charging station hingga daur ulang," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (1/2/2021).
Baca Juga: Investasi Bangun Ekosistem Industri Baterai Listrik Capai Rp238 Triliun
Menurut dia, Indonesia memiliki beberapa bahan baku penting dalam pembuatan kendaraan listrik atau EV seperti nikel, aluminium, mangan, dan cobalt. Bahkan, untuk nikel Indonesia memiliki 30% dari cadangan nikel dunia dan PT Antam Tbk mempunyai cadangan nikel yang cukup besar untuk dapat memasok produksi baterai EV.
"Bila industri baterai ini terbangun ditambah pasar otomotif domestik yang terbesar di kawasan, maka Indonesia memiliki potensi besar di ASEAN untuk membangun ekosistem industri EV mencakup hulu sampai hilir yang meliputi infrastruktur charging station hingga daur ulang," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (1/2/2021).
Baca Juga: Investasi Bangun Ekosistem Industri Baterai Listrik Capai Rp238 Triliun
Lihat Juga :