Investasi Bangun Ekosistem Industri Baterai Listrik Capai Rp238 Triliun
Senin, 01 Februari 2021 - 15:39 WIB
loading...
Pembangunan ekosistem industri baterai listrik secara terintegrasi dari hulu hingga hilir butuh investasi hingga ratusan triliun. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) alias Electric Vehicle (EV) bakal menarik investasi berskala besar yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir.
Pembangunan ekosistem industri baterai listrik secara terintegrasi dari hulu hingga hilir memiliki nilai investasi besar mencapai USD13-17 miliar, atau sekitar Rp182-238 triliun (kurs Rp14.000/USD).
Baca Juga: Luhut: RI Potensi Jadi Produsen Baterai Lithium Terbesar Kedua Dunia
Namun pembangunan ekosistem industri baterai listrik masih memiliki risiko teknologi yang tinggi, pasar dalam negeri yang belum besar, dan pasar yang bergantung pada Original Equipment Manufacturer (OEM).
"Teknologi baterai yang dipakai masih bergantung pada pemain global baterai dan OEM sebagai offtaker. Sementara Indonesia belum memiliki pengalaman memadai dalam membangun industri baterai listrik," ujar Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Agus Tjahajana Wirakusumah dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (1/2/2021).
Pembangunan ekosistem industri baterai listrik secara terintegrasi dari hulu hingga hilir memiliki nilai investasi besar mencapai USD13-17 miliar, atau sekitar Rp182-238 triliun (kurs Rp14.000/USD).
Baca Juga: Luhut: RI Potensi Jadi Produsen Baterai Lithium Terbesar Kedua Dunia
Namun pembangunan ekosistem industri baterai listrik masih memiliki risiko teknologi yang tinggi, pasar dalam negeri yang belum besar, dan pasar yang bergantung pada Original Equipment Manufacturer (OEM).
"Teknologi baterai yang dipakai masih bergantung pada pemain global baterai dan OEM sebagai offtaker. Sementara Indonesia belum memiliki pengalaman memadai dalam membangun industri baterai listrik," ujar Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Agus Tjahajana Wirakusumah dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (1/2/2021).
Lihat Juga :