Investor Manfaatkan Momentum, Saham LPKR Terapresiasi 22%
Senin, 13 April 2020 - 10:21 WIB
Saham PT Lippo Karawaci Tbk aktif diperdagangkan sepekan ke belakang memanfaatkan momentum situmulus yang dikucurkan pemerintah. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) tercatat menjadi salah satu yang paling aktif diperdagangkan oleh investor asing sepanjang perdagangan bursa sepekan ke belakang. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham emiten bersandi LPKR naik hingga 22% dalam sepekan.
Kepala riset Reliance Sekurtias Lanjar Nafi menjelaskan, kenaikan saham itu dikarenakan investor saat ini memanfaatkan momentum dari situmulus yang dikucurkan secara besar-besaran, baik oleh negara maju, maupun pemerintah Indonesia untuk memerangi pandemi Covid-19.
Selain itu, kabar bahwa terjadi penurunan sejumlah kasus Covid-19 di berbagai belahan dunia, jadi kabar positif ke pasar. Meski memang dari sisi data, bisa naik turun. "Kenaikan itu juga karena ada momentum disaat mayoritas bursa global ikut menghijau. Investor juga memanfaatkan momentum itu. Juga, untuk LPKR ada sentimen positif lain terkait sejumlah mal mereka yang diubah jadi rumah sakit, untuk bantu pemerintah," ujar Lanjar, kepada media, baru-baru ini.
Pergerakan positif itu, kata dia, akan lebih bertahan lama jika pemerintah Indonesia benar-benar memberi kebijakan yang dapat menenangkan pasar dalam menanganii Covid-19. Saat ini, menurut Lanjar pemerintah belum terlalu agresif dan cenderung hati-hati. Hal ini bisa saja membuat gerak pasar dan bursa menjadi rentan terkoreksi kembali. Karena itu, ia menyarankan agar emiten melakukan efisiensi di berbagai lini agar bisnis mereka tetap survive di tengah pasar yang volatile.
Kepala riset Reliance Sekurtias Lanjar Nafi menjelaskan, kenaikan saham itu dikarenakan investor saat ini memanfaatkan momentum dari situmulus yang dikucurkan secara besar-besaran, baik oleh negara maju, maupun pemerintah Indonesia untuk memerangi pandemi Covid-19.
Selain itu, kabar bahwa terjadi penurunan sejumlah kasus Covid-19 di berbagai belahan dunia, jadi kabar positif ke pasar. Meski memang dari sisi data, bisa naik turun. "Kenaikan itu juga karena ada momentum disaat mayoritas bursa global ikut menghijau. Investor juga memanfaatkan momentum itu. Juga, untuk LPKR ada sentimen positif lain terkait sejumlah mal mereka yang diubah jadi rumah sakit, untuk bantu pemerintah," ujar Lanjar, kepada media, baru-baru ini.
Pergerakan positif itu, kata dia, akan lebih bertahan lama jika pemerintah Indonesia benar-benar memberi kebijakan yang dapat menenangkan pasar dalam menanganii Covid-19. Saat ini, menurut Lanjar pemerintah belum terlalu agresif dan cenderung hati-hati. Hal ini bisa saja membuat gerak pasar dan bursa menjadi rentan terkoreksi kembali. Karena itu, ia menyarankan agar emiten melakukan efisiensi di berbagai lini agar bisnis mereka tetap survive di tengah pasar yang volatile.
Lihat Juga :