Investor Manfaatkan Momentum, Saham LPKR Terapresiasi 22%
Senin, 13 April 2020 - 10:21 WIB
Minat investor pada saham LPKR juga mengindikasikan persepsi investor bahwa emiten memiliki prospek positif. Meski memang sentimen tersebut masih bersifat jangka pendek, namun hal itu cukup menjadi indikator positif. Proporsi recurring income LPKR yang besar, juga mendorong sentimen positif dan menjadi salah satu indikator perusahaan memiliki fundamental yang kuat.
Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas menambahkan, LPKR yang memiliki bisnis di sektor kesehatan melalui Siloam Hospital, dalam jangka panjang secara kinerja bakal positif. Secara keseluruhan, bisnis LPKR memang fokus di bidang properti dan kesehatan. Bisnis di sektor itu secara animo memang masih cukup baik. Sektor kesehatan masih menarik karena merupakan segmen bisnis yang dibutuhkan oleh masyarakat.
"Disaat kondisi kesadaran kesehatan dan antisipasi masyarakat terhadap virus Corona meningkat seharusnya sektor kesehatan bisa diuntungkan. Maka ada peluang kinerjanya bisa lebih baik," kata Sukarno.
Yang pasti, imbuh dia, kesehatan emiten dengan proporsi recurring income yang besar menjadi kekuatan terbesar menghadapi ketidakpastian ekonomi, termasuk akibat virus corona. Asal bisa memaksimalkan apa yang ditargetkan perusahaan dan bisa memanfaatkan dengan baik kondisi penurunan suku bunga dan insentif lain yang ada, dalam jangka panjang kinerja diyakini akan tetap positif.
Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas menambahkan, LPKR yang memiliki bisnis di sektor kesehatan melalui Siloam Hospital, dalam jangka panjang secara kinerja bakal positif. Secara keseluruhan, bisnis LPKR memang fokus di bidang properti dan kesehatan. Bisnis di sektor itu secara animo memang masih cukup baik. Sektor kesehatan masih menarik karena merupakan segmen bisnis yang dibutuhkan oleh masyarakat.
"Disaat kondisi kesadaran kesehatan dan antisipasi masyarakat terhadap virus Corona meningkat seharusnya sektor kesehatan bisa diuntungkan. Maka ada peluang kinerjanya bisa lebih baik," kata Sukarno.
Yang pasti, imbuh dia, kesehatan emiten dengan proporsi recurring income yang besar menjadi kekuatan terbesar menghadapi ketidakpastian ekonomi, termasuk akibat virus corona. Asal bisa memaksimalkan apa yang ditargetkan perusahaan dan bisa memanfaatkan dengan baik kondisi penurunan suku bunga dan insentif lain yang ada, dalam jangka panjang kinerja diyakini akan tetap positif.
(fai)
Lihat Juga :