Output Pencucian Garam Disebut Belum Memenuhi Kebutuhan Industri

Selasa, 02 Februari 2021 - 18:50 WIB

Dia mengatakan, garam yang dicuci dengan kualitas tidak begitu baik. Kadar impuritis (zat pengotor) pada garam masih tinggi, serta kadar NaCl masih di bawah kebutuhan industri petro kimia. “Kadar NaCl yang dipakai kita 99%, sedangkan produksi dalam negeri kadar NaCl paling tinggi 96%,” paparnya.

Lebih lanjut terang dia, mesin pencucian garam dengan kapasitas 40.000 ribu ton pertahun belum dapat memenuhi kebutuhan industri. “Kebutuhan kita saja 2,5 juta ton per tahun,” ujarnya.

Fajar mempertanyakan, harga garam dari pencucian tersebut, harga yang kompetitif merupakan pertimbangan industri. “Kalau melewati pencucian itu ongkosnya berapa? Harganya apakah akan masuk?” tanya.

Baca Juga: 2020 Kendala Bagi Pengolahan Garam Akibat Tingginya Curah Hujan


Sebelumnya Plt. Dirjen PRL Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), TB Haeru Rahayu mengungkapkan, pembangunan washing plant bertujuan untuk meningkatkan kualitas garam rakyat guna memenuhi kebutuhan industri. “Alat pencucian garam diharapkan dapat memenuhi potensi pasar garam yang ada sehingga dengan meningkatnya produksi garam berkualitas,” ucapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!