Pandemi Covid-19 Gerus Pendapatan BUMN Sampai 90 Persen

Kamis, 04 Februari 2021 - 14:14 WIB
Dia menegaskan, wajar atau tidaknya kondisi ini dapat dilihat dari kinerja perusahaan pelat merah dari sebelum masa pandemi. Sebagai contoh, Garuda Indonesia yang sudah mempunyai masalah keuangan yang cukup berat jauh sebelum pandemi, kenaikan utangnya belum tentu bisa meningkatkan kinerja dan hanya tambal sulam saja.

“Di sinilah tingkat risikonya menjadi lebih tinggi karena kinerja belum tentu membaik tetapi utang terus meningkat sementara kita belum tahu pemulihan ekonomi kapan terjadi,” tegasnya.

(Baca juga: Utang BUMN Menggunung Tembus Rp1.682 Triliun, Dana Abadi SWF Bisa Jadi Opsi )

Perusahaan BUMN dengan performa yang sudah tidak baik dan memiliki utang yang bertambah ini akan berisiko. Padahal di sisi lain, BUMN diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan berkontribusi terhadap dividen kepada pemerintah.

“Dengan adanya situasi seperti ini di mana pendapatan menurun, perusahaan BUMN-nya terlilit utang, maka ini akan menjadi beban untuk banyak pihak,” tandasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!