Selamatkan Garuda Indonesia, Tommy Kurniawan: Tepat Putus Kontrak Sewa Bombardier
Kamis, 11 Februari 2021 - 22:34 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Tommy kurniawan mengapresiasi, penuh langkah tegas Menteri Erick Thohir yang meminta Garuda Indonesia memutus kontrak penyewaan 12 pesawat Bombardier CRJ 1.000 dengan NAC. Foto/Dok
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Tommy kurniawan mengapresiasi, penuh langkah tegas Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang meminta Garuda Indonesia untuk memutus kontrak secara sepihak penyewaan 12 pesawat Bombardier CRJ 1.000 dengan Nordic Aviation Capital (NAC). Keputusan tersebut dinilai sangat tepat untuk menekan kerugian yang begitu besar di maskapai kebanggaan Tanah Air itu.
Baca Juga: Putus Kontrak Sepihak dengan NAC, Garuda Harus Siap dengan Kompensasi Tommy Kurniawan mengatakan, secara hitungan sangat tidak sehat untuk keuangan Garuda Indonesia yang selama 7 tahun kontrak (Hingga 2027), maskapai ini harus membayar beban sewa sebesar USD27 juta per tahun atau sekitar Rp376,91 miliar. Belum lagi biaya perawatan yang sangat tinggi (Mahal) yang menjadi beban besar keuangan Garuda Indonesia.
“Sangat tepat apa yang dilakukan oleh Menteri BUMN untuk meminta maskapai Garuda Indonesia memutus kontrak sewa 12 pesawat Bombardier CRJ 1.000. Saya mendukung penuh langkah ini demi menyelamatkan keuangan Garuda Indonesia, terlebih lagi di masa pandemi yang saat ini sedang mengalami krisis,” tegas Tommy Kurniawan, Kamis (11/2/2021).
“Biaya sewanya sangat tinggi sekali hingga USD27 juta per tahunnya. Ini sekitar 376,91 Miliar rupiah. Belum ditambah biaya perawatan yang juga sangat tinggi. Saya rasa, sudah tepat untuk langsung memutus kerjasama ini. Jangan sampai negara rugi besar akibat kontrak pesawat ini, termasuk juga demi menyelamatkan keuangan Garuda Indonesia,” sambung Tommy Kurniawan.
Baca Juga: Putus Kontrak Sepihak dengan NAC, Garuda Harus Siap dengan Kompensasi Tommy Kurniawan mengatakan, secara hitungan sangat tidak sehat untuk keuangan Garuda Indonesia yang selama 7 tahun kontrak (Hingga 2027), maskapai ini harus membayar beban sewa sebesar USD27 juta per tahun atau sekitar Rp376,91 miliar. Belum lagi biaya perawatan yang sangat tinggi (Mahal) yang menjadi beban besar keuangan Garuda Indonesia.
“Sangat tepat apa yang dilakukan oleh Menteri BUMN untuk meminta maskapai Garuda Indonesia memutus kontrak sewa 12 pesawat Bombardier CRJ 1.000. Saya mendukung penuh langkah ini demi menyelamatkan keuangan Garuda Indonesia, terlebih lagi di masa pandemi yang saat ini sedang mengalami krisis,” tegas Tommy Kurniawan, Kamis (11/2/2021).
“Biaya sewanya sangat tinggi sekali hingga USD27 juta per tahunnya. Ini sekitar 376,91 Miliar rupiah. Belum ditambah biaya perawatan yang juga sangat tinggi. Saya rasa, sudah tepat untuk langsung memutus kerjasama ini. Jangan sampai negara rugi besar akibat kontrak pesawat ini, termasuk juga demi menyelamatkan keuangan Garuda Indonesia,” sambung Tommy Kurniawan.
Lihat Juga :