Bos BI Revisi Pertumbuhan Ekonomi jadi 4,3% di 2021
Kamis, 18 Februari 2021 - 15:58 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto/Dok BI
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 4,3%-5,3%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada kisaran 4,8%-5,8%.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan revisi ini sejalan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2020. "Bank Indonesia akan mengarahkan seluruh instrumen kebijakan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional," ujar Perry di Jakarta, Kamis (18/2/2021).
(Baca juga: Bank Indonesia Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 3,5% )
Kata dia, pemulihan perekonomian global diprakirakan semakin membaik. Perkembangan tersebut sejalan dengan implementasi vaksinasi Covid-19 di banyak negara untuk membangun herd immunity dan mendorong mobilitas, serta berlanjutnya stimulus kebijakan fiskal dan moneter.
"Pemulihan ekonomi global yang lebih tinggi di negara maju ditopang terutama oleh Amerika Serikat (AS), sedangkan di negara berkembang didorong oleh perbaikan ekonomi China dan India," imbuhnya.
(Baca juga: Sudah Euforia Tesla Bakal Bangun Pabrik di RI, Tapi Elon Musk Lebih Memilih India )
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan revisi ini sejalan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2020. "Bank Indonesia akan mengarahkan seluruh instrumen kebijakan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional," ujar Perry di Jakarta, Kamis (18/2/2021).
(Baca juga: Bank Indonesia Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 3,5% )
Kata dia, pemulihan perekonomian global diprakirakan semakin membaik. Perkembangan tersebut sejalan dengan implementasi vaksinasi Covid-19 di banyak negara untuk membangun herd immunity dan mendorong mobilitas, serta berlanjutnya stimulus kebijakan fiskal dan moneter.
"Pemulihan ekonomi global yang lebih tinggi di negara maju ditopang terutama oleh Amerika Serikat (AS), sedangkan di negara berkembang didorong oleh perbaikan ekonomi China dan India," imbuhnya.
(Baca juga: Sudah Euforia Tesla Bakal Bangun Pabrik di RI, Tapi Elon Musk Lebih Memilih India )
Lihat Juga :