Dua Raksasa Ekonomi Mulai Bangkit, Kondisi Global Membaik
Kamis, 18 Februari 2021 - 17:11 WIB
Ekonomi global disinyalir terus membaik seiring bangkitnya raksasa ekonomi dunia di negara maju dan berkembang. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Pemulihan perekonomian global diperkirakan semakin membaik. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjito mengatakan perkembangan tersebut sejalan dengan implementasi vaksinasi Covid-19 di banyak negara untuk membangun herd immunity dan mendorong mobilitas, serta berlanjutnya stimulus kebijakan fiskal dan moneter.
Baca Juga: Keberhasilan Vaksinasi Covid-19 Jadi Penentu Pemulihan Ekonomi
"Pemulihan ekonomi global yang lebih tinggi di negara maju ditopang terutama oleh Amerika Serikat (AS), sedangkan di negara berkembang didorong oleh perbaikan ekonomi China dan India," kata Perry secara virtual, Kamis (18/2/2021).
Kinerja positif sejumlah indikator pada Januari 2021 mengonfirmasi berlanjutnya pemulihan ekonomi global tersebut. Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur dan jasa di AS, China dan India melanjutkan fase ekspansi. Selain itu, penjualan ritel di China dan keyakinan konsumen di India juga terus meningkat. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi global pada 2021 diprakirakan mencapai 5,1%, lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya sebesar 5,0%.
Baca Juga: Keberhasilan Vaksinasi Covid-19 Jadi Penentu Pemulihan Ekonomi
"Pemulihan ekonomi global yang lebih tinggi di negara maju ditopang terutama oleh Amerika Serikat (AS), sedangkan di negara berkembang didorong oleh perbaikan ekonomi China dan India," kata Perry secara virtual, Kamis (18/2/2021).
Kinerja positif sejumlah indikator pada Januari 2021 mengonfirmasi berlanjutnya pemulihan ekonomi global tersebut. Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur dan jasa di AS, China dan India melanjutkan fase ekspansi. Selain itu, penjualan ritel di China dan keyakinan konsumen di India juga terus meningkat. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi global pada 2021 diprakirakan mencapai 5,1%, lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya sebesar 5,0%.
Lihat Juga :