Sepanjang 2020, Perdagangan Besar hingga Eceran Letoi
Kamis, 04 Maret 2021 - 14:37 WIB
"Ketika pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia di 2020, Indonesia mencatatkan surplus neraca dagang sebesar USD21,7 miliar, meskipun surplus tersebut lebih dikarenakan nilai impor Indonesia yang turun lebih besar daripada ekspor," ujarnya.
Tak hanya itu catatan positif lainnya, lanjut Lutfi, sebesar 81,2% dari total ekspor Indonesia adalah dalam bentuk industri primer dan produk manufaktur. Hal itu menjadi cerminan bahwa Indonesia telah berubah dan tidak lagi hanya ekspor barang mentah.
Baca Juga: Serang Kapal Israel, Pasukan Komando Iran Gunakan Ranjau Limpet
Terkait kinerja perdagangan domestik, Lutfi berujar stabilitas bahan pokok tetap terjaga dengan tingkat inflasi bahan pangan dan gejolak volatile food 3,62%. Namun demikian, ia menyatakan perdagangan ritel yang didominasi UMKM dan sektor informal mengalami tekanan yang cukup berat
"Ini akibat pandemi Covid-19 yang tercermin pada real sales index pada Desember 2020 hanya mencapai indeks 190,1 atau koreksi 19,2% dibandingkan tahun sebelumnya," tandasnya.
Tak hanya itu catatan positif lainnya, lanjut Lutfi, sebesar 81,2% dari total ekspor Indonesia adalah dalam bentuk industri primer dan produk manufaktur. Hal itu menjadi cerminan bahwa Indonesia telah berubah dan tidak lagi hanya ekspor barang mentah.
Baca Juga: Serang Kapal Israel, Pasukan Komando Iran Gunakan Ranjau Limpet
Terkait kinerja perdagangan domestik, Lutfi berujar stabilitas bahan pokok tetap terjaga dengan tingkat inflasi bahan pangan dan gejolak volatile food 3,62%. Namun demikian, ia menyatakan perdagangan ritel yang didominasi UMKM dan sektor informal mengalami tekanan yang cukup berat
"Ini akibat pandemi Covid-19 yang tercermin pada real sales index pada Desember 2020 hanya mencapai indeks 190,1 atau koreksi 19,2% dibandingkan tahun sebelumnya," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :