Pemerintah Diminta Permudah Izin Penggunaan Energi Terbarukan
Jum'at, 05 Maret 2021 - 03:41 WIB
Selanjutnya, Mulyanto mengatakan terkait mekanisme dan biaya ekspor listrik, harusnya PLN dapat menegosiasikan dengan baik sesuai semangat akselerasi kontribusi listrik dari sumber EBT.
"Kalau Pemerintah masih bertindak bisnis as usual atau terkesan ogah-ogahan dalam akselerasi program EBT ini, maka dapat dipastikan target bauran EBT di tahun 2025 akan meleset. Perlu gebrakan dan progam-program inovatif dalam mendorong partisipasi sektor swasta dalam penerapan EBT ini," kata Mulyanto.
Dirinya menegaskan PLTS ini sangat prospektif, selain harganya kompetitif juga sangat fleksibel untuk dipasang di atap rumah-rumah masyarakat. Apalagi untuk daerah-daerah yang masih belum teraliri listrik, karena jauh dari transmisi listrik.
"Program ini dapat meningkatkan pemerataan listrik masyarakat menuju 100% tingkat elektrifikasi," pungkas Mulyanto, Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI ini.
Baca juga: Wow, UNS Kembangkan Baterai Lithium Ion untuk Mobil Listrik
"Kalau Pemerintah masih bertindak bisnis as usual atau terkesan ogah-ogahan dalam akselerasi program EBT ini, maka dapat dipastikan target bauran EBT di tahun 2025 akan meleset. Perlu gebrakan dan progam-program inovatif dalam mendorong partisipasi sektor swasta dalam penerapan EBT ini," kata Mulyanto.
Dirinya menegaskan PLTS ini sangat prospektif, selain harganya kompetitif juga sangat fleksibel untuk dipasang di atap rumah-rumah masyarakat. Apalagi untuk daerah-daerah yang masih belum teraliri listrik, karena jauh dari transmisi listrik.
"Program ini dapat meningkatkan pemerataan listrik masyarakat menuju 100% tingkat elektrifikasi," pungkas Mulyanto, Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI ini.
Baca juga: Wow, UNS Kembangkan Baterai Lithium Ion untuk Mobil Listrik
Lihat Juga :