Ada Apa di Balik Niatan Impor Beras
Senin, 15 Maret 2021 - 21:53 WIB
Bulog mengaku masih memiliki cadangan pangan. Dan jika impor benar-benar teralisasi, Bulog sepertinya akan kesulitan menyalurkan. Terhadap hal ini, DPR mempertanyakan ada apa di balik niatan impor beras. Foto/Dok
JAKARTA - Bulog mengaku masih memiliki cadangan pangan. Dan jika impor benar-benar teralisasi, Bulog sepertinya akan kesulitan menyalurkan. Terhadap hal ini, DPR mempertanyakan ada apa di balik niatan impor beras .
Di sisi lain, Kementerian Pertanian (Kementan) juga seharusnya bertanggung jawab atas produksi beras lokal. Ketika produksi dalam negeri mencukupi, maka kebijakan impor bisa diminimalisir.
Baca Juga: Strategi 'Senyap' Impor Beras ala Mendag Lutfi
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Subagyo menyebut, dalam Rapat Dengar Pendapat, Perum Bulog menyatakan, bahwa pihaknya tidak akan melakukan impor satu juta ton beras. Dijelaskan bahwa Bulog menyatakan bahwa ketersediaan pangan nasioal masih mencukupi.
"Kan yang ditugaskan Bulog. Kalau Bulog sudah yakin stok cukup, ya tinggal lapor kepada pemerintah tidak usah impor," kata Firman kepada wartawan, Senin (15/3/2021).
Oleh karena itu, seharusnya Bulog langsung melakukan komunikasi dan koordinasi. "Kalau stok sudah cukup, pemerintah juga akan mendengarkan dan tidak usah impor," ujarnya.
Dalam RDP dengan Komisi IV DPR, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menjelaskan melaporkan, persediaan beras per 14 Maret 2021 di gudang Bulog mencapai 883.585 ton. Dengan rincian 859.877 ton merupakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 23.708 ton stok beras komersial.
Sementara beras sisa impor tahun 2018 yang masih tersedia di gudang Bulog yaitu 275.811 ton, dengan 106.642 ton di antaranya mengalami turun mutu. Adapun total impor beras tahun 2018 sebesar 1.785.450 ton.
Di sisi lain, Kementerian Pertanian (Kementan) juga seharusnya bertanggung jawab atas produksi beras lokal. Ketika produksi dalam negeri mencukupi, maka kebijakan impor bisa diminimalisir.
Baca Juga: Strategi 'Senyap' Impor Beras ala Mendag Lutfi
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Subagyo menyebut, dalam Rapat Dengar Pendapat, Perum Bulog menyatakan, bahwa pihaknya tidak akan melakukan impor satu juta ton beras. Dijelaskan bahwa Bulog menyatakan bahwa ketersediaan pangan nasioal masih mencukupi.
"Kan yang ditugaskan Bulog. Kalau Bulog sudah yakin stok cukup, ya tinggal lapor kepada pemerintah tidak usah impor," kata Firman kepada wartawan, Senin (15/3/2021).
Oleh karena itu, seharusnya Bulog langsung melakukan komunikasi dan koordinasi. "Kalau stok sudah cukup, pemerintah juga akan mendengarkan dan tidak usah impor," ujarnya.
Dalam RDP dengan Komisi IV DPR, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menjelaskan melaporkan, persediaan beras per 14 Maret 2021 di gudang Bulog mencapai 883.585 ton. Dengan rincian 859.877 ton merupakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 23.708 ton stok beras komersial.
Sementara beras sisa impor tahun 2018 yang masih tersedia di gudang Bulog yaitu 275.811 ton, dengan 106.642 ton di antaranya mengalami turun mutu. Adapun total impor beras tahun 2018 sebesar 1.785.450 ton.
Lihat Juga :