Ketika Bitcoin, Saham Apple dan Tesla Menembus Batas Benua
Selasa, 16 Maret 2021 - 21:07 WIB
Kurnia menambahkan, saham dalam bentuk digital, berkat smart contract, memungkinkan trader dan investor mengakses saham-saham itu tanpa melalui broker biasa di negaranya masing-masing. Meski demikian, warga Indonesia mustahil membeli saham itu, karena perusahaan broker-nya memang tidak tersedia di negara ini.
“Nah, platform FTX.com membalikkan situasi itu, Anda bisa membeli dan menjual dua saham besar itu secara mudah di FTX.com," ungkap Kurnia.
Selain saham kelas wahid itu, sejumlah saham popular juga tersedia di FTX.com, sebut saja Alibaba, Twitter, GameStop (saham yang sempat bikin heboh dunia itu), Facebook, MicroStrategy (perusahaan publik pemilik Bitcoin terbanyak di dunia), Zoom, AMD, NVidia, Paypal, Amazon, NetFlix dan banyak lagi.
"Keunggulan lain penerapan smart contract pada tokenized stock itu adalah trader mudah melacak setiap transaksinya, selayaknya Anda melacak transaksi Bitcoin. Jelas mekanisme itu tidak ditemukan di platform di broker saham tradisional," sebut Kurnia yang juga Pendiri Komunitas Crypto Legend Indonesia itu.
Bagi Kurnia, teknologi blockchain yang kali pertama lahir dari Bitcoin sebagai sebuah sistem uang elektronik, memastikan bentuk aset tradisional lainnya bisa didigitalkan, ditokenisasi. Kurnia mencontohkan Bursa Efek Singapura yang memperkenalkan teknologi itu sejak pertengahan tahun 2020.
“Nah, platform FTX.com membalikkan situasi itu, Anda bisa membeli dan menjual dua saham besar itu secara mudah di FTX.com," ungkap Kurnia.
Selain saham kelas wahid itu, sejumlah saham popular juga tersedia di FTX.com, sebut saja Alibaba, Twitter, GameStop (saham yang sempat bikin heboh dunia itu), Facebook, MicroStrategy (perusahaan publik pemilik Bitcoin terbanyak di dunia), Zoom, AMD, NVidia, Paypal, Amazon, NetFlix dan banyak lagi.
"Keunggulan lain penerapan smart contract pada tokenized stock itu adalah trader mudah melacak setiap transaksinya, selayaknya Anda melacak transaksi Bitcoin. Jelas mekanisme itu tidak ditemukan di platform di broker saham tradisional," sebut Kurnia yang juga Pendiri Komunitas Crypto Legend Indonesia itu.
Bagi Kurnia, teknologi blockchain yang kali pertama lahir dari Bitcoin sebagai sebuah sistem uang elektronik, memastikan bentuk aset tradisional lainnya bisa didigitalkan, ditokenisasi. Kurnia mencontohkan Bursa Efek Singapura yang memperkenalkan teknologi itu sejak pertengahan tahun 2020.
Lihat Juga :