Apa Deretan Aksi Korporasi Pekan Depan? Simak di Morning Meeting MNC Sekuritas!
Jum'at, 19 Maret 2021 - 18:37 WIB
Saksikan live streaming program Morning Meeting di YouTube Channel MNC Sekuritas. FOTO/MNC Media
JAKARTA - Pergerakan IHSG pada pekan ketiga Maret cenderung melemah, diawali dengan pelemahan -0,53% pada Senin (15/03) seiring penutupan indeks global sebelumnya yang bervariasi. Terlebih investor terlihat melakukan aksi profit taking seiring dengan penguatan IHSG yang cukup signifikan pada penutupan Jumat pekan lalu.
Equity Analyst MNC Sekuritas Catherina Vincentia mengemukakan terdapat sentimen positif dari BPS yang merilis surplus perdagangan Indonesia menjadi USD 2,01 miliar untuk bulan Februari 2021.
Pelemahan masih berlanjut hingga Selasa (16/03) dan Rabu (17/03), didorong oleh rilisnya beberapa laporan keuangan karena banyak kinerja perusahaan turun selama pandemi tahun lalu. Sementara itu, pergerakan IHSG pada Kamis (18/03) berhasil menguat +1,12% yang merefleksikan optimisme dan euforia dari pergerakan indeks global di mana sebelumnya Wall Street ditutup menguat.
“Penguatan Wall Street sendiri didorong oleh keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga di level 0% - 0,25% serta kebijakan pembelian obligasi sebesar USD 120 miliar yang tidak akan diubah hingga 2023. Hal ini sempat menjadi kekhawatiran sebelumnya karena ekonomi diperkirakan sudah mengalami pemulihan. Optimisme ini turut dirasakan investor domestik, didorong oleh keputusan BI mengenai suku bunga yang mengikuti langkah The Fed untuk mempertahankan kebijakannya di level 3,5%,” jelas Catherina.
Baca Juga: Heboh! Jurnalis MNC Media Ini Mirip dengan Aldebaran Ikatan Cinta
IHSG pada Jumat (19/03) menguat tipis +0,13% ke level 6.356,16 di mana penguatan tersebut masih didukung oleh net foreign buy mencapai Rp512,44 miliar meskipun sebelumnya sempat melemah. Lebih lanjut, dia menjelaskan pelemahan itu merefleksikan pelemahan pada bursa Wall Street yang disebabkan oleh peningkatan dari 10-year treasury bond yield ke level 1,7%. Di sisi lain, sektor – sektor yang berhasil menguat hanya konsumsi, industri dasar dan aneka industri.
Equity Analyst MNC Sekuritas Catherina Vincentia mengemukakan terdapat sentimen positif dari BPS yang merilis surplus perdagangan Indonesia menjadi USD 2,01 miliar untuk bulan Februari 2021.
Pelemahan masih berlanjut hingga Selasa (16/03) dan Rabu (17/03), didorong oleh rilisnya beberapa laporan keuangan karena banyak kinerja perusahaan turun selama pandemi tahun lalu. Sementara itu, pergerakan IHSG pada Kamis (18/03) berhasil menguat +1,12% yang merefleksikan optimisme dan euforia dari pergerakan indeks global di mana sebelumnya Wall Street ditutup menguat.
“Penguatan Wall Street sendiri didorong oleh keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga di level 0% - 0,25% serta kebijakan pembelian obligasi sebesar USD 120 miliar yang tidak akan diubah hingga 2023. Hal ini sempat menjadi kekhawatiran sebelumnya karena ekonomi diperkirakan sudah mengalami pemulihan. Optimisme ini turut dirasakan investor domestik, didorong oleh keputusan BI mengenai suku bunga yang mengikuti langkah The Fed untuk mempertahankan kebijakannya di level 3,5%,” jelas Catherina.
Baca Juga: Heboh! Jurnalis MNC Media Ini Mirip dengan Aldebaran Ikatan Cinta
IHSG pada Jumat (19/03) menguat tipis +0,13% ke level 6.356,16 di mana penguatan tersebut masih didukung oleh net foreign buy mencapai Rp512,44 miliar meskipun sebelumnya sempat melemah. Lebih lanjut, dia menjelaskan pelemahan itu merefleksikan pelemahan pada bursa Wall Street yang disebabkan oleh peningkatan dari 10-year treasury bond yield ke level 1,7%. Di sisi lain, sektor – sektor yang berhasil menguat hanya konsumsi, industri dasar dan aneka industri.
Lihat Juga :