Isu Petinggi MUI Minta Jatah Komisaris, Ini Penjelasan Kementerian BUMN

Minggu, 21 Maret 2021 - 19:30 WIB
Foto/SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan tidak ada permintaan posisi komisaris BUMN yang diajukan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) . Pernyataan ini untuk menepis isu bahwa MUI Pusat menginginkan jabatan komisaris di sejumlah BUMN.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut bahwa isu tersebut adalah hoaks atau kabar palsu yang tersebar di sosial media. Bahkan, hingga saat ini permintaan itu tidak pernah disampaikan kepada Menteri BUMN Erick Thohir. ( Baca juga:AstraZeneca Bantah Adanya Kandungan Babi Dalam Vaksin Covid-19 )



"Sehubungan dengan satu berita di sosmed yang kita lihat di satu media yang mengatakan bahwa MUI meminta komisaris BUMN, perlu kami sampaikan. Kami di Kementerian BUMN sampai hari ini tidak pernah ada permintaan komisaris untuk MUI atau pejabat-pejabat di MUI," ujar Arya kepada Wartawan, Minggu (21/3/2021).

Tak hanya itu, Kementerian BUMN tidak membenarkan bahwa permintaan kursi komisaris berhubungan dengan pengadaan vaksin asal produsen Inggris, AstraZeneca. MUI sebelumnya telah mengeluarkan fatwa vaksin AstraZeneca boleh digunakan karena unsur darurat meski diklaim mengandung tripsin babi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!