Kelas Menengah Atas Kekepin Tabungan Rp2.951 Triliun
Kamis, 25 Maret 2021 - 22:02 WIB
"Kalau cash as a king bisa jadi orang-orang yang punya cash bisa melakukan akumulasi dari kekayaannya. Misalnya ada orang butuh dana cepat dia bisa beli (asetnya)," ujar Teguh.
Dia menilai, bahwa sejumlah insentif perpajakan yang digelontorkan oleh pemerintah hanya akan dinikmati oleh kalangan menengah atas tersebut. "Sehingga kebijakan yang misalnya pembebasan pajak macam-macam pasti akan sangat dinikmati kelompok yang punya duit. Ketimpangannya akan semakin panjang," kata dia. ( Baca juga:Klaim Mampu Serap Beras Dua Juta Ton, Buwas: Ini Beras Mau Dipake buat Apa )
Tak hanya itu, Teguh pun mengungkap potensi ketimpangan di sektor pertanian. Hal itu bisa dilihat dari penguasaan lahan pertanian. Petani kaya yang jumlahnya hanya 6% menguasai lahan pertanian sebesar 38,5%. Sementara, 56% petani gurem hanya menguasai 12% total pertanian.
Dia menilai, bahwa sejumlah insentif perpajakan yang digelontorkan oleh pemerintah hanya akan dinikmati oleh kalangan menengah atas tersebut. "Sehingga kebijakan yang misalnya pembebasan pajak macam-macam pasti akan sangat dinikmati kelompok yang punya duit. Ketimpangannya akan semakin panjang," kata dia. ( Baca juga:Klaim Mampu Serap Beras Dua Juta Ton, Buwas: Ini Beras Mau Dipake buat Apa )
Tak hanya itu, Teguh pun mengungkap potensi ketimpangan di sektor pertanian. Hal itu bisa dilihat dari penguasaan lahan pertanian. Petani kaya yang jumlahnya hanya 6% menguasai lahan pertanian sebesar 38,5%. Sementara, 56% petani gurem hanya menguasai 12% total pertanian.
(uka)
Lihat Juga :