Menteri Erick Sebut Pandemi Covid-19 Untungkan Indonesia
Jum'at, 26 Maret 2021 - 21:54 WIB
Khusus untuk transformasi perseroan negara, Kementerian BUMN terus berupaya agar bisnis perseroan mampu bersaing di kancah dunia. Erick meyakini proses inovasi bisnis pelat merah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Turunan lain yang tidak kalah pentingnya bahwa transformasi di BUMN, ke depannya, BUMN akan go publik, perusahaan BUMN agar mempunyai persaingan global. Ini akan menjadi pertumbuhan impactful 2-3 tahun ke depan. Seperti EV battery (kendaraan listrik) ada uang masuk dan investasi dan kita kaitkan dengan pertumbuhan daerah itu sendiri dan dirasakan nasional," tuturnya.
Baca juga: Resmikan Holding Baterai, Erick Thohir: Kita Tidak Mau 'Kesetrum' Negara Besar
Dia melanjutkan, Kementerian BUMN telah meresmikan pendirian Indonesia Battery Holding (IBH). Lewat konsorsium BUMN tersebut, produksi baterai kendaraan listrik diproyeksi mencapai 140 giga watt hour (GWh). Kapasitas itu ditargetkan bisa terealisasi pada 2030 mendatang.
Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, dari 140 GWh, 50 diantaranya bisa di ekspor ke luar negeri. Sementara sisanya digunakan oleh Indonesia Battery Holding (IBH) untuk memproduksi kendaraan listrik dalam negeri.
"Turunan lain yang tidak kalah pentingnya bahwa transformasi di BUMN, ke depannya, BUMN akan go publik, perusahaan BUMN agar mempunyai persaingan global. Ini akan menjadi pertumbuhan impactful 2-3 tahun ke depan. Seperti EV battery (kendaraan listrik) ada uang masuk dan investasi dan kita kaitkan dengan pertumbuhan daerah itu sendiri dan dirasakan nasional," tuturnya.
Baca juga: Resmikan Holding Baterai, Erick Thohir: Kita Tidak Mau 'Kesetrum' Negara Besar
Dia melanjutkan, Kementerian BUMN telah meresmikan pendirian Indonesia Battery Holding (IBH). Lewat konsorsium BUMN tersebut, produksi baterai kendaraan listrik diproyeksi mencapai 140 giga watt hour (GWh). Kapasitas itu ditargetkan bisa terealisasi pada 2030 mendatang.
Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, dari 140 GWh, 50 diantaranya bisa di ekspor ke luar negeri. Sementara sisanya digunakan oleh Indonesia Battery Holding (IBH) untuk memproduksi kendaraan listrik dalam negeri.
Lihat Juga :