Kilang Balongan Terbakar, Penyaluran Gas dari ONWJ Terhenti
Selasa, 30 Maret 2021 - 16:19 WIB
Terbakarnya Kilang Balongan menghentikan penyaluran gas sebesar 10 MMSCFD dari ONWJ untuk operasional kilang tersebut. Foto/Dok. SINDOnews
JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat insiden kebakaran Kilang Refinery Unit (RU) VI atau Balongan berdampak pada penghentian penyaluran gas bumi dari Offshore North West Java (ONWJ) sebesar 10 juta Standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Penghentian pengaliran gas diperkirakan berlangsung selama 1 minggu ke depan.
"Insiden Balongan berdampak pada penghentian penyaluran gas bumi dari ONWJ sebesar 10 MMSCFD, yang biasanya digunakan untuk operasional kilang," ujar Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Susana Kurniasih, Selasa (30/3/2021). Baca Juga: Api Masih Berkobar di Kilang Minyak Balongan, Alat Berat dan Cairan Kimia Didatangkan
Meski begitu, SKK Migas mencatat, dari upaya mitigasi yang dilakukan, dampak kebakaran kilang Balongan tidak berdampak pada produksi minyak di Indonesia. Sebab, hulu migas memiliki tangki yang cukup untuk menampung produksi-produksi BBM tersebut. "Sehingga berdasarkan perkiraan awal, hulu migas tidak terganggu," katanya.
Pertamina juga telah menyampaikan bahwa minyak-minyak yang biasanya diolah di Balongan akan dialihkan ke kilang-kilang milik perseroan lain di Indonesia, antara lain Cilacap. "Selama ini kilang Balongan menerima minyak dari beberapa lapangan di Indonesia, antara lain dari Jatibarang (PEP), Cinta (PHE ONWJ ), Duri dan Minas (CPI), Banyu Urip (EMCL)," paparnya.
"Insiden Balongan berdampak pada penghentian penyaluran gas bumi dari ONWJ sebesar 10 MMSCFD, yang biasanya digunakan untuk operasional kilang," ujar Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Susana Kurniasih, Selasa (30/3/2021). Baca Juga: Api Masih Berkobar di Kilang Minyak Balongan, Alat Berat dan Cairan Kimia Didatangkan
Meski begitu, SKK Migas mencatat, dari upaya mitigasi yang dilakukan, dampak kebakaran kilang Balongan tidak berdampak pada produksi minyak di Indonesia. Sebab, hulu migas memiliki tangki yang cukup untuk menampung produksi-produksi BBM tersebut. "Sehingga berdasarkan perkiraan awal, hulu migas tidak terganggu," katanya.
Pertamina juga telah menyampaikan bahwa minyak-minyak yang biasanya diolah di Balongan akan dialihkan ke kilang-kilang milik perseroan lain di Indonesia, antara lain Cilacap. "Selama ini kilang Balongan menerima minyak dari beberapa lapangan di Indonesia, antara lain dari Jatibarang (PEP), Cinta (PHE ONWJ ), Duri dan Minas (CPI), Banyu Urip (EMCL)," paparnya.
Lihat Juga :