Sebagian Dana BPJamsostek Bakal Cabut, IHSG Jadi Semrawut
Kamis, 01 April 2021 - 11:20 WIB
“Kalau kita lihat berdasarkan nilai transaksi bursa pada perdagangan kemarin, itu hanya sebesar Rp12,1 triliun dan ini juga ada investor asing melakukan penjualan bersih kurang lebih di 1,03 triliun. Artinya, bukan hanya dari domestik tetapi melainkan juga ada faktor global yang turut memengaruhi IHSG kita,” ujar Riska.
Lanjut Riska, salah satu sentimen negatif dari domestik yakni terkait BPJSKetenagakerjaan (BPJamsostek) yang berencana akan memangkas investasi saham dan Reksadana. Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan memang memiliki porsi yang cukup besar di pasar saham Indonesia, sehingga sangat diperhatikan oleh pelaku pasar.
“Porsi BPJS sendiri itu 23,9% ada di Reksadana saham dan saham. Disampaikannya wacana mengenai pengurangan investasi saham ini turut berimbas pada saham-saham blue chip kita yang memang pada perdagangan kemarin juga mengalami penurunan yang signifikan,” jelas Riska. ( Baca juga: Masuk Meja Hijau, Sidang Raffi Ahmad Akan Digelar 7 April )
Sementara itu, kata dia, sentimen dari global terkait dengan kenaikan US treasury. Diketahui, saat ini kenaikan dari yield-nya sendiri sudah mencapai 1,70%. Hal ini juga menjadi kekhawatiran pelaku pasar.
Meski kondisi bursa dicengkeram banyak sentimen negatif, bukan berarti tak ada peluang untuk meraih untung. Riska pun kemudian merekomendasikan beberapa saham yang bisa menjadi pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, INKP, ICBP, TLKM, dan BBCA.
Lanjut Riska, salah satu sentimen negatif dari domestik yakni terkait BPJSKetenagakerjaan (BPJamsostek) yang berencana akan memangkas investasi saham dan Reksadana. Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan memang memiliki porsi yang cukup besar di pasar saham Indonesia, sehingga sangat diperhatikan oleh pelaku pasar.
“Porsi BPJS sendiri itu 23,9% ada di Reksadana saham dan saham. Disampaikannya wacana mengenai pengurangan investasi saham ini turut berimbas pada saham-saham blue chip kita yang memang pada perdagangan kemarin juga mengalami penurunan yang signifikan,” jelas Riska. ( Baca juga: Masuk Meja Hijau, Sidang Raffi Ahmad Akan Digelar 7 April )
Sementara itu, kata dia, sentimen dari global terkait dengan kenaikan US treasury. Diketahui, saat ini kenaikan dari yield-nya sendiri sudah mencapai 1,70%. Hal ini juga menjadi kekhawatiran pelaku pasar.
Meski kondisi bursa dicengkeram banyak sentimen negatif, bukan berarti tak ada peluang untuk meraih untung. Riska pun kemudian merekomendasikan beberapa saham yang bisa menjadi pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, INKP, ICBP, TLKM, dan BBCA.
(uka)
Lihat Juga :