S&P Turunkan Prospek Utang, Ini Jawaban Bank Indonesia

Sabtu, 18 April 2020 - 20:50 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Lembaga pemeringkat, Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings menurunkan prospek tingkat utang Indonesia dari 'Stabil' ke 'Negatif'. Meski demikian, S&P tetap mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada posisi 'BBB' di tengah tertekannya ekonomi akibat wabah virus Covid-19.

Menanggapi keputusan S&P tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, menyatakan prospek negatif tersebut bukan cerminan dari permasalahan ekonomi yang bersifat fundamental. Tetapi lebih dipicu oleh kekhawatiran S&P terhadap risiko pemburukan kondisi eksternal dan fiskal akibat pandemi Covid-19, yang bersifat temporer.



"Keyakinan ini didasarkan pada fakta bahwa sampai dengan beberapa saat sebelum Covid-19 meluas ke seluruh dunia, kepercayaan investor dan lembaga pemeringkat internasional terhadap prospek dan ketahanan ekonomi Indonesia masih sangat tinggi," ujar Perry di Jakarta, Sabtu (18/4/2020).

Masih kuatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia, kata Perry, didukung oleh konsistensi pemerintah dan BI dalam melaksanakan kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi struktural. Tergambar dari aliran masuk modal asing yang sangat deras.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!