BKPM Jadi Kementerian, Gak Ngaruh buat Genjot Investasi
Senin, 12 April 2021 - 16:39 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pembentukan Kementerian Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja dinilai tidak menjamin investasi di Indonesia naik signifikan. Sebab, ada sejumlah masalah fundamental yang menjadi penyebab utamanya.
Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, mencatat, hambatan utama investasi di Indonesia saat ini perihal kondisi di lapangan. Dia mencontohkan seperti mahalnya biaya logistik, infrastruktur yang tidak terintegrasi, perkara pungutan liar (pungli), hingga kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan industri. ( Baca juga:Sebut Reshuffle Sebuah Keniscayaan, Pengamat Ungkap Menteri-Menteri Ini Perlu Diganti )
"Di sini bottleneck atau hambatannya ada di lapangan. Jadi ga ada jaminan investasi naik signifikan pasca jadi kementerian," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (12/4/2021).
Dalam catatannya, masalahnya investasi bukan saja strategi menggaet calon investor lewat promosi, tapi yang terpenting adalah followup dari komitmen ke realisasi investasi itu sendiri.
Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, mencatat, hambatan utama investasi di Indonesia saat ini perihal kondisi di lapangan. Dia mencontohkan seperti mahalnya biaya logistik, infrastruktur yang tidak terintegrasi, perkara pungutan liar (pungli), hingga kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan industri. ( Baca juga:Sebut Reshuffle Sebuah Keniscayaan, Pengamat Ungkap Menteri-Menteri Ini Perlu Diganti )
"Di sini bottleneck atau hambatannya ada di lapangan. Jadi ga ada jaminan investasi naik signifikan pasca jadi kementerian," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (12/4/2021).
Dalam catatannya, masalahnya investasi bukan saja strategi menggaet calon investor lewat promosi, tapi yang terpenting adalah followup dari komitmen ke realisasi investasi itu sendiri.
Lihat Juga :