Dihantam Pandemi, Sejumlah Industri Kecil di Bandung Terus Bertahan

Selasa, 13 April 2021 - 23:53 WIB
“Kunjungan kerja ini dilakukan sebagai tujuan untuk mengetahui kondisi IKM pakaian jadi setelah 1 tahun masa pandemi, melihat apakah ada pengaruh produk pakaian jadi impor terhadap IKM dan mengecek apakah ada kendala dari bahan baku untuk IKM pakaian jadi," ungkap Gati di Bandung, Selasa (13/4/2021)

Pada kesempatan tersebut, IKM Konveksi Distro T-shirt mengungkapkan kendala yang dihadapi IKM ini yaitu sulitnya berkompetisi dengan produk impor penjualannya dengan harga yang murah. Di mana saat survey pada beberapa marketplace menunjukkan kaos impor dari China dibanderol hanya seharga Rp7.000.

Sementara itu IKM Busana Muslim bermerek Hasbiyanur, mengalami penurunan penjualan di masa pandemi. Namun, mempunyai cara untuk mengatasi hal tersebut dengan meningkatkan penjualan online sehingga di masa pandemi tidak mengalami kesulitan.

Baca juga: Jakarta Masuk Daftar Kota Termahal Dunia, Ini Sebabnya

Kunjungan selanjutnya ke IKM Kerudung Printing. IKM yang memiliki tenaga kerja sejumlah 70 orang ini bermerek Meflanna. Meflanna memiliki total 60 mesin jahit yang memproduksi produk fesyen berupa tekstil dengan model dan gaya yang trendi.

“Untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh IKM tersebut, Ditjen IKMA memberikan fasilitas program kegiatan bagi IKM yang terdampak Covid-19 melalui program atau fasilitas seperti Workshop E-Smart IKM, Restrukturisasi Mesin, Bimbingan Teknis dan Capacity Building, Fasilitasi Pameran dan Fesyen Show Virtual dan kompetisi yang diselenggarakan seperti Modest Fashion Project atau Indonesian Fashion and Craft Award," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!