Dua BUMN Siap IPO Tahun Ini, Cek Daftarnya
Rabu, 14 April 2021 - 11:58 WIB
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan, sepanjang 2021 ada dua perusahaan pelat merah yang nantinya melakukan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Keduanya adalah PT Dayamitra Telekomunikasi (Persero) atau Mitratel dan PT Pertamina Geothermal Energy (Persero) atau PGE.
Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury menyebut, target tersebut seiring dengan sejumlah pertimbangan keuangan, aset, hingga mencapai pada keputusan IPO. "Untuk tahun 2021 sendiri, rencananya akan ada dua, tadi sudah disebutkan salah satunya ada Mitratel atau Dayamitra dan kedua adalah PGE dengan penggabungan dengan geothermal lainnya yang saat ini dimiliki oleh PLN dan Geo Dipa," ujar Pahala dalam sesi wawancara dengan salah satu TV Swasta, Rabu (14/4/2021).
Baca Juga: 20 Perusahaan Antre IPO, Ada Calon Emiten Jumbo?
Adapun besaran dana segar yang diperoleh dari aksi korporasi ditargetkan mencapai 1 miliar dolar AS atau setara Rp 14,6 triliun (kurs Rp14.600 per dolar AS). Untuk jangka menengah, Kementerian BUMN tengah menyiapkan aksi korporasi yang nantinya dilakukan 3-4 tahun mendatang. Dimana, aset dari 13-14 induk dan anak usaha BUMN yang akan ditawarkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury menyebut, target tersebut seiring dengan sejumlah pertimbangan keuangan, aset, hingga mencapai pada keputusan IPO. "Untuk tahun 2021 sendiri, rencananya akan ada dua, tadi sudah disebutkan salah satunya ada Mitratel atau Dayamitra dan kedua adalah PGE dengan penggabungan dengan geothermal lainnya yang saat ini dimiliki oleh PLN dan Geo Dipa," ujar Pahala dalam sesi wawancara dengan salah satu TV Swasta, Rabu (14/4/2021).
Baca Juga: 20 Perusahaan Antre IPO, Ada Calon Emiten Jumbo?
Adapun besaran dana segar yang diperoleh dari aksi korporasi ditargetkan mencapai 1 miliar dolar AS atau setara Rp 14,6 triliun (kurs Rp14.600 per dolar AS). Untuk jangka menengah, Kementerian BUMN tengah menyiapkan aksi korporasi yang nantinya dilakukan 3-4 tahun mendatang. Dimana, aset dari 13-14 induk dan anak usaha BUMN yang akan ditawarkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Lihat Juga :