Tanaman Porang Jadi Fenomena Baru, Berikut Cara Menanamnya
Jum'at, 16 April 2021 - 17:22 WIB
Untuk setiap lubang tanam diisi 1 bibit porang dengan jarak tanam 1 m x 1 mTutup lubang tanam dengan tanah setebal 3 cm5. Lalu cara pemupukan yanaman Porang. Dosis penggunaan pupuk GDM pada tanaman porang.
Minggu Setelah Semai (MSS) bibit dapat berasal dari biji yang disemaikan, bulbil dan umbi. Jika berasal dari bulbil atau umbi, langsung pada juknis di lahan budidaya.
Pemeliharaan Dalam Budidaya Porang. Untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi yang maksimal, dapat dilakukan perawatan yang intensif dengan cara penyiangan gulma. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma yang dapat menjadi pesaing tanaman porang dalam hal kebutuhan air dan unsur hara.
Penyiangan sebaiknya dilakukan sebulan setelah umbi porang ditanam. Penyiangan berikutnya dilakukan saat ada gulma yang muncul. Gulma yang sudah disiang lalu ditimbun di dalam lubang untuk dijadikan pupuk organik.
Kemudian tahap panen Porang. Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umurnya mencapai 2 tahun. Umbi yang dipanen adalah umbi besar yang beratnya lebih dari 1 kg/umbi, sedangkan umbi yang masih kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya.
Minggu Setelah Semai (MSS) bibit dapat berasal dari biji yang disemaikan, bulbil dan umbi. Jika berasal dari bulbil atau umbi, langsung pada juknis di lahan budidaya.
Pemeliharaan Dalam Budidaya Porang. Untuk mendapatkan pertumbuhan dan produksi yang maksimal, dapat dilakukan perawatan yang intensif dengan cara penyiangan gulma. Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma yang dapat menjadi pesaing tanaman porang dalam hal kebutuhan air dan unsur hara.
Penyiangan sebaiknya dilakukan sebulan setelah umbi porang ditanam. Penyiangan berikutnya dilakukan saat ada gulma yang muncul. Gulma yang sudah disiang lalu ditimbun di dalam lubang untuk dijadikan pupuk organik.
Kemudian tahap panen Porang. Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umurnya mencapai 2 tahun. Umbi yang dipanen adalah umbi besar yang beratnya lebih dari 1 kg/umbi, sedangkan umbi yang masih kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya.
Lihat Juga :