Tarif Logistik Mahal Bikin Ekspor UMKM Mandek, Teten Gandeng Garuda Indonesia
Selasa, 20 April 2021 - 00:34 WIB
Kendala lain UMKM adalah minimnya pengetahuan mereka terhadap pasar luar negeri. Lalu, kualitas produk UMKM yang belum memenuhi standar internasional.
Kemudian, kapasitas produksinya yang masih rendah sehingga kerap kali tidak dapat memenuhi permintaan pasar ekspor. Selanjutnya, biaya sertifikasi untuk produk-produk tertentu yang tidak murah. Kendala-kendala itulah, yang tengah dicarikan solusinya sehingga UMKM dapat naik kelas dengan meluaskan pasarnya ke ranah global.
Baca Juga: Pacu Ekspor Produk UMKM, Menkeu Siap Beri Pinjaman
Saat ini kontribusi ekspor produk UMKM masih tergolong rendah, hanya di level 14,37% dari total ekspor nasional. Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara APEC yang telah mencapai 35%.
Padahal, dalam struktur produk domestik bruto (PDB) nasional, UMKM menjadi tulang punggung perekonomian dengan kontribusi sebesar 60 persen dan penyerapan tenaga kerja 97%.
Kemudian, kapasitas produksinya yang masih rendah sehingga kerap kali tidak dapat memenuhi permintaan pasar ekspor. Selanjutnya, biaya sertifikasi untuk produk-produk tertentu yang tidak murah. Kendala-kendala itulah, yang tengah dicarikan solusinya sehingga UMKM dapat naik kelas dengan meluaskan pasarnya ke ranah global.
Baca Juga: Pacu Ekspor Produk UMKM, Menkeu Siap Beri Pinjaman
Saat ini kontribusi ekspor produk UMKM masih tergolong rendah, hanya di level 14,37% dari total ekspor nasional. Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara APEC yang telah mencapai 35%.
Padahal, dalam struktur produk domestik bruto (PDB) nasional, UMKM menjadi tulang punggung perekonomian dengan kontribusi sebesar 60 persen dan penyerapan tenaga kerja 97%.
(akr)
Lihat Juga :